Gubernur: Investasi masuk ke Jabar naik enam kali lipat

Ahmad Wijaya
·Bacaan 3 menit

Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan di tengah pandemi COVID-19 ternyata investasi yang masuk ke Jawa Barat pada tahun 2020 naik enam kali lipat yakni mencapai Rp380 triliun.

"Tahun lalu, investasi yang masuik di summit (WJIS 2019) itu sekitar Rp50-60 triliun. Selama Pandemi malah meningkat sampai Rp380 triliun, malah naik enam kali lipat komitmen realisasi investasi menunjukkan Jawa Barat disukai dan dicintai investor," kata Kang Emil saat menjadi menjadi pembicara pada pembukaan West Java Investment Summit (WJIS) 2020 yang dilaksanakan secara virtual di Kota Bandung, Senin.

Peningkatan investasi sebanyak enam kali lipat ini datang dari realisasi investasi pada Semester I 2020 yang mencapai Rp86,3 triliun, lalu tahapan persiapan investasi yang mencapai Rp347 triliun dari 11 perusahaan global dan nasional dimana dua diantaranya adalah Hyundai dan Amazon Web Service.

Sumbangan ketiga datang dari komitmen investasi lima proyek garapan BUMD dengan sejumlah pihak yang berjumlah Rp4,01 triliun. Keempat datang dari 16 proyek investasi yang ditawarkan di ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2020 senilai Rp40 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara mengatakan realisasi, eksekusi investasi mangkrak, komitmen dan tawaran proyek investasi membuat nilai investasi ke Jawa Barat tinggi.

Menurut Noneng, sumbangan investasi dari kategori investasi yang memasuki tahapan akan bergulir dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Untuk mengawal investasi besar tersebut menurut dia akan menjadi sebuah komitmen bagi pihaknya agar arus investasi ke Jawa Barat terus terjaga.

Pada periode Januari hingga September 2020 sendiri, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di 27 kabupaten/kota se-Jabar mencapai Rp86,3 triliun dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.627 orang serta 13.386 jumlah proyek.

Dari berbagai investasi yang ada, lima sektor yang paling diminati investor adalah konstruksi transportasi, gudang dan komunikasi perumahan, kawasan industri dan perkantoran; listrik, gas dan air serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain.

Noneng menuturkan untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin dan elektronika, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, serta transportasi, gudang dan komunikasi.

Noneng mengatakan, WJIS 2020 pun diharapkan bisa mendorong realisasi investasi Jabar di triwulan IV sebelum menutup 2020 dan memicu pertumbuhan ekonomi Jabar.

Berikut ialah daftar 16 proyek investasi yang siap ditawarkan dalam WJIS 2020:

1. Kawasan Terpadu Industri Subang/Subang Smart Eco Industrial City Project Owner PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
2. Subang Smartpolitan Project Owner PT Suryacipta Swadaya
3. Rebana Technopolis Industrial Estate Project Owner PT Perkebunan Nusantara VIII
4. Jatiluhur Industrial Smart City Project Owner PT Multi Optimal Sentosa
5. Karawang New Industry City Project Owner PT China Fortune Land Development (CFLD) Indonesia
6. SPAM Jatigede/Jatigede Water Treatment Plant Project Owner Jabar
7. Cargo Village Kertajati Aerocity Project Owner PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)
8. Artha Industrial Hill Project Owner PT Bumi Anugerah Makmur
9. Integrated Building Kertajati Aerocity Project Owner PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)
10. Ciater Agrotourism Project Owner PT Perkebunan Nusantara VIII
11. Kertajati Industrial Estate Majalengka (KIEM) Project Owner PT Dwipura Abadi
12. Pusat Distribusi Provinsi/Provincial Distribution Center Project Owner PT Agro Jabar
13. Taifa Industrial Park Project Owner PT Taifa Jaya Development
14. Jababeka Industrial Project Owner PT Kawasan Industri Jababeka
15. Capsule Hotel (Hotel kapsul) Project Owner PT Jaswita Jabar
16. Hejo Forest Project Owner PT Jaswita Jabar

Baca juga: BKPM dukung akselerasi pemulihan ekonomi Jawa Barat
Baca juga: Pemprov Jabar siap tampung relokasi investasi