Gubernur Jatim ajak percepat penyelesaian PTSL agar tuntas pada 2024

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah daerah di Jawa Timur untuk melakukan upaya percepatan penyelesaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) guna mencapai target penuntasan pada 2024.

"Pada tahun 2024 kami berharap bahwa sudah tuntas PTSL di Jawa Timur, ayo sisanya ini sama-sama dipetakan bersama percepatan pemenuhannya," kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pada tahun 2021 Jawa Timur mampu mencapai target 100 persen atau menyelesaikan 1.311.624 bidang tanah untuk program PTSL. Sementara itu, target PTSL Jatim sampai dengan tahun 2024 adalah 20 juta bidang tanah.

Saat ini, kata dia, jumlah capaian PTSL mencapai 12.217.319 bidang tanah atau setara 62,60 persen dari target keseluruhan.

Untuk menyelesaikan seluruhnya, Gubernur Khofifah berharap semua pihak terus bahu membahu dan bekerja keras, termasuk dukungan dari bupati dan wali kota di Jawa Timur.

"Kebijakan dan implementasinya harus nyekrup saling bantu. Ada bantu APBN, ada APBD provinsi maupun kabupaten atau kota, untuk bisa melakukan percepatan PTSL sesuai dengan target tuntas 2024," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini target PTSL mengalami penurunan dari 1,8 juta bidang menjadi 830.000 bidang tanah. Hal tersebut akibat adanya penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

"Misalnya, kami mengandalkan dari pusat, secara kalkulatif target itu kemungkinan tidak tercapai maka kabupaten/kota bisa mendukung untuk bersama-sama melakukan percepatan pemenuhan target PTSL 2024 tuntas," kata Khofifah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur Jonahar mengatakan bahwa Jawa Timur adalah provinsi terbanyak yang mengeluarkan sertifikat untuk penduduk Jawa Timur.

Senada dengan Gubernur Khofifah, bahwa pada tahun 2021, Jawa Timur telah menyelesaikan 1,3 juta bidang tanah.

Jonahar juga mengungkapkan bahwa beberapa langkah yang diambil Gubernur Khofifah untuk penyelesaian PTSL di Jawa Timur menjadi hal yang diadaptasi oleh Menteri ATR/BPN untuk diimplementasikan di seluruh provinsi di Indonesia.

"Beliau kalau dengan Ibu Gubernur usulan-usulannya selalu dicontoh untuk seluruh Indonesia, kemarin untuk tri juang Ibu Gubernur menulis surat kepada bupati/wali kota se Jawa Timur juga dicontoh oleh Pak Menteri disebarkan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Menanti "prajurit cemerlang" Hadi Tjahjanto selesaikan sengketa lahan

Baca juga: Presiden lantik Mendag Zulkifli Hasan dan Menteri ATR Hadi Tjahjanto

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel