Gubernur Jatim ingatkan BPBD tak terlambat antisipasi potensi bencana

·Bacaan 2 menit

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak sampai terlambat mengantisipasi potensi bencana di wilayah setempat.

"BPBD harus proaktif dalam melakukan antisipasi terhadap potensi bencana di musim hujan akibat La Nina dan Hidrometeorologi," ujarnya di Surabaya, Senin.

Menurut dia, fenomena La Nina diikuti Hidrometeorologi yang berakibat timbulnya bencana banjir bandang, puting beliung, tanah longsor hingga banjir harus benar-benar diantisipasi dengan mitigasi komprehensif serta koordinasi efektif.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mendapat laporan bahwa sampai April 2022, curah hujan masih berpotensi turun sangat tinggi sehingga harus selalu waspada serta siap siaga.

Ia mencontohkan, banjir lahar dingin dari Gunung Semeru yang kembali terjadi menjadi bukti bahwa perubahan iklim dan kebencanaan berlangsung secara dinamis.

Baca juga: Gubernur Jatim instruksikan evakuasi warga terdekat Semeru

Baca juga: Puting beliung terjang Sampang Jatim, 11 bangunan rusak

Oleh karenanya, kata Khofifah, mitigasi bencana dan kewaspadaan menjadi sesuatu yang harus terus dikoordinasikan kepada semua pihak agar mengantisipasi terjadinya dampak bencana.

Karenanya, di awal tahun 2022 ini, Khofifah juga meminta kepada jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jatim juga tak berhenti terus bergerak merespon secara cepat apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat.

"Baik jajaran di bidang perdagangan, kesehatan, pendidikan hingga semua sektor untuk bergerak mengantisipasi segala hal yang dibutuhkan masyarakat," ucap dia.

Sementara itu, khusus untuk bidang pendidikan, Gubernur Khofifah secara khusus meminta agar dilakukan latihan lebih detail terhadap kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dengan capaian vaksinasi yang sudah di atas 60 persen bagi lanjut usia dan 70 persen bagi umum, ia mengatakan bahwa Jatim segera bersiap untuk melaksanakan PTM penuh sesuai capaian vaksinasi di unit pendidikan.

Berdasarkan catatan Satgas COVID-19 Jatim, lanjut dia, capaian vaksinasi lansia di atas 60 persen telah dicapai 29 kabupaten/kota, lalu di atas 70 persen telah di 30 kabupaten/kota.

Sedangkan, vaksinasi anak umur 6-11 tahun di atas 60 persen telah dicapai di kabupaten/ kota.

"Maka segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 di semua kabupaten/kota terkait dimulainya PTM dan disertai penerapan protokol kesehatan ketat," tutur Khofifah.

Baca juga: Pemprov Jatim jamin keamanan daerah terdampak bencana angin kencang

Baca juga: Pemprov Jatim siapkan regulasi tanggap darurat bencana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel