Gubernur Kaltara lepas 30 calon mahasiswa ke China

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang melepas 30 calon mahasiswa asal provinsi ke-34 itu yang akan menimba ilmu di China.

Gubernur Zainal di Tanjung Selor, Rabu, menjelaskan program ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Kaltara mengingat berbagai tantangan dihadapi provinsi itu, termasuk sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltara selain melepas 30 calon mahasiswa melalui program beasiswa oleh yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre, juga ada 91 orang melalui program beasiswa Universitas Patria Artha (UPA) Makassar (Sulawesi Selatan).

"Hal itu sesuai dengan visi dan misi Provinsi Kaltara yakni Berubah, Maju, dan Sejahtera, maka dari itu Pemprov Kaltara sangat serius dalam menyiapkan SDM-nya untuk membangun provinsi yang kita cintai ini," kata Gubernur Zainal, Rabu.

Baca juga: Gubernur Kaltara perintahkan pengawasan orang asing diperketat

Baca juga: Gubernur minta semua perusahaan pengelola SDA miliki NPWP Kaltara

Kaltara juga serius persiapkan SDM karena kini tengah gencar melakukan pembangunan, salah satunya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

"Kita mau anak-anak kita ikut andil dalam pembangunan di Kaltara, bukan hanya jadi penonton di tengah gencarnya pembangunan yang berjalan saat ini, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kaltara," kata Gubernur Zainal.

Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi calon mahasiswa tidak akan dipungut biaya sepeser pun.

Program ini juga dapat dipastikan tidak membebankan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara.

"Untuk biaya kuliah seperti uang semester dan uang pangkal digratiskan pihak UPA, jadi program ini tidak dibebankan melalui APBD Kaltara," ujarnya.

Gubernur Zainal juga memastikan calon mahasiswa yang menempuh pendidikan di UPA dan China tidak perlu khawatir takut akan masalah lapangan pekerjaan.

"Pemprov Kaltara telah membuat program kerja yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Apalagi di tengah progres pembangunan KIPI ini sehingga putra-putri di Kaltara tidak akan jadi penonton saja," bebernya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UPA dan China, dia berharap mereka kembali untuk membangun Kaltara. "Jika perlu ciptakan lapangan kerja baru di Kaltara ini dari hasil pendidikan yang ditempuh," ucapnya.*

Baca juga: Gubernur Kaltara berharap mahasiswa KKN menjalankan program unggulan

Baca juga: Gubernur Kaltara: Tak ada pos penyekatan mudik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel