Gubernur Kaltara: Tak ada pos penyekatan mudik

·Bacaan 2 menit

Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang menyatakan dengan kian turun kasus COVID-19 maka tidak ada pos penyekatan pada jalur mudik Lebaran 1443 H (2022) di provinsi termuda itu.

Hal itu diungkapkan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kayan 2022 di Markas Polda Kaltara Tanjung Selor, Jumat.

"Berbeda dengan Idul Fitri tahun lalu, kali ini pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk merayakannya berkumpul bersama keluarga. Kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukan penyekatan-penyekatan di jalur-jalur perjalanan mudik," kata Zainal.

Ia mengingatkan walaupun pandemi COVID-19 sudah terkendali --tingkat penularan berada di bawah angka 1 dengan positify rate dan BOR rumah sakit berada di bawah standar WHO-- namun perlu tetap waspada.

Baca juga: Polda Kepri kerahkan 1.497 personel jamin aman dan sehat

Baca juga: Kakorlantas minta Tim Pamatwil Operasi Ketupat 2022 humanis ke pemudik

"Saya tegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya usai. Kita semua harus selalu waspada," ujarnya.

Dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan khawatir terjadinya transmisi COVID-19 maka diperlukan langkah-langkah sinergis oleh berbagai pihak terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Kita harus menyiapkan masyarakat agar aman dari COVID-19 dengan terus menggelar kegiatan vaksinasi untuk mengejar target pada 30 April 2022 disertai dengan upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya pandemi COVID-19,” katanya.

Operasi Ketupat 2022 dilaksanakan selama 12 hari dimulai tanggal 28 April hingga 9 Mei 2022 dengan dengan fokus pengamanan masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Apel itu dihadiri juga oleh Kapolda Irjen Pol Daniel Adityajaya, Wakapolda Brigjen Pol Erwin Zadma, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Rifki, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Zainal menyampaikan hasil survei Badan Litbang Kemenhub RI diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas perjalanan selama lebaran.

Moda transportasi Lebaran didominasi jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi 47,7 persen, kendaraan umum 31 persen, jalur udara 10 persen, jalur laut 2 persen dan lainnya 0,11 persen.*

Baca juga: Sumsel petakan jalan yang diperkirakan macet untuk pemudik

Baca juga: Bupati Tangerang ingatkan warga patuhi prokes saat mudik Lebaran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel