Gubernur Kaltim panen raya jagung di Berau

·Bacaan 1 menit

Kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor ke Kabupaten Berau sekaligus melakukan Panen Raya Jagung di Desa Sumber Mulya Kecamatan Talisayan kabupaten setempat.

"Jagung sebagai unggulan Berau dan mampu menunjang 71 persen kebutuhan jagung di Kaltim, bahkan dikirim ke Sulawesi dan Jawa," kata Isran di Talisayan, Senin.

Dia mengatakan Kecamatan Talisayan merupakan penghasil pertanian dari dulu hingga sekarang, terlebih karena di daerah tersebut sering turun hujan sehingga cocok untuk menanam jagung.

Baca juga: Gubernur Kaltim ingatkan kepala daerah berhati-hati gunakan anggaran

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus memberikan dorongan dan semangat kepada para petani dengan memberi bantuan berupa benih jagung, varietas pioneer, pertiwi tiga serta alat tanam daur ulang.

Ia pun mengajak masyarakat Berau untuk bersyukur telah dikaruniai tanah yang subur karena tidak semua tanah di Kaltim sesubur di Berau.

"Kita wajib bersyukur kepada tuhan karena di Berau diberikan tanah yang subur," ujarnya saat melakukan Kunker.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Berau Sri Juniarsih mengaku bahagia karena Berau mendapat perhatian yang luar biasa dari Pemprov Kaltim.

"Sektor pertanian di Berau menjadi sektor unggulan yang menggantikan sektor tambang sekaligus menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," jelas Sri.

Ia juga menyampaikan kendala yang dialami para petani di sana, yaitu upaya perbaikan kualitas hasil pertanian.

Baca juga: Wapres minta Kaltim permudah izin berusaha masyarakat

"Mesin pengering yang ada masih menggunakan generatur sendiri, sehingga keterbatasan alat pengering mempengaruhi kualitas jagung," tuturnya.

Ia berharap para petani tetap semangat memenuhi pekerjaan mulia karena hidup jutaan manusia bergantung pada kerja petani saat ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel