Gubernur: Kekebalan komunal di Kepri capai 90 persen

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan sistem kekebalan tubuh secara komunal atau kelompok yang terbentuk baik secara alami maupun melalui vaksin mencapai 90 persen.

"Vaksinasi lebih dominan menyebabkan terbentuk herd immunity secara komunal," kata Gubernur Ansar di Kota Tanjungpinang, Jumat.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kepri itu menyatakan hasil penelitian Kementerian Kesehatan tersebut mengantarkan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kekebalan tubuh komunal terbaik di Indonesia.

"Ini linier dengan jumlah pasien COVID-19 di Kepri yang jauh menurun. Mudah-mudahan seluruh pasien COVID-19 di Kepri segera pulih," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Kepri hentikan sementara vaksinasi COVID-19

Baca juga: Kota Batam terapkan PPKM level 1 hingga 7 November 2022

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Muhamad Bisri mengungkapkan jumlah pasien COVID-19 saat ini turun lebih dari 50 persen dibanding September 2022. Saat ini jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri tinggal 29 orang, yang menyebar di Kota Batam 14 orang, Tanjungpinang lima orang, Kabupaten Bintan tujuh orang, Kabupaten Karimun dua orang dan Natuna tinggal satu orang.

Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga bertahan nihil kasus aktif COVID-19.

Menurut dia, efektivitas vaksin teruji, meski vaksin bukan penangkal COVID-19. Vaksin dapat menurunkan dampak negatif yang disebabkan virus mematikan itu.

Saat ini, kata dia, vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama di Kepri mencapai 1.789.030 orang atau 99,24 persen, dosis kedua 1.534.698 orang atau 85,13 persen dan dosis ketiga 734.704 orang 53,50 persen.

"Pembentukan sistem kekebalan tubuh dari secara alami terhadap orang yang pernah diserang COVID-19," ujarnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan pasien COVID-19 bergejala ringan sehingga tidak dirawat.

Saat ini, kata dia, isolasi mandiri juga tidak seketat awal pandemi hingga 2021. Warga yang terinfeksi COVID-19 dapat isolasi mandiri di rumah, dan beraktivitas di sekitar rumah dengan menggunakan masker ganda.

"Ada beberapa orang yang meninggal dunia di Batam dan Tanjungpinang itu memiliki penyakit penyerta dan belum divaksin. Mereka rata-rata lansia," ujarnya.*

Baca juga: Kedaluwarsa, 200 ribu vaksin COVID-19 Kepri dikembalikan ke pusat

Baca juga: Ada kasus baru, warga Natuna diminta terapkan prokes cegah COVID-19