Gubernur Koster: Kunjungan Wisatawan 9.000 per Hari, Ekonomi Bali Tumbuh 3,04 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa kasus Covid-19 di Pulau Dewata yang muncul pertama sejak 10 Maret 2020 lalu telah dapat dikelola dengan sangat baik.

Menurutnya, saat ini kasus Covid-19 di Bali terus menurun dan sudah stabil. Ini ditandai dengan menurunnya angka kasus baru dan tingginya tingkat kesembuhan, serta berkurangnya pasien yang dirawat di rumah sakit dan tingkat kematian pasien Covid-19 mendekati angka nol.

"Pencapaian yang sangat baik ini, merupakan keberhasilan membangun kekebalan tubuh masyarakat melalui vaksinasi yang sudah sangat tinggi. Vaksin ke satu, 105 persen, vaksin kedua mencapai 97 persen dan vaksin ke tiga, booster sudah mencapai 78 persen," kata Koster saat memberikan sambutan Hari Jadi Provinsi Bali ke-64 dalam Rapat Paripurna ke-23 di Gedung DPRD Provinsi Bali, Minggu (14/8).

Dia menyebutkan, Provinsi Bali masuk kategori terbaik dalam penanganan Pandemi Covid-19 dan tercepat dalam pencapaian vaksinasi dengan vaksinasi booster tertingi di Indonesia. Kemudian, sejalan dengan membaiknya kondisi Pandemi Covid-19 dan tingginya pencapaian vaksinasi di Bali.

Maka, dirinya mengambil langkah untuk menyakinkan Pemerintah Pusat agar Bali diberikan kelonggaran bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik untuk berkunjung ke Bali tanpa karantina pada mulai 7 Maret 2022 lalu.

"Sejak saat itu, kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan ditandai dengan saat ini, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali sudah mencapai lebih dari 9 ribu kedatangan setiap hari. Jumlah penerbangan internasional setiap hari ke Bali terus meningkat, dan saat ini sudah mencapai 23 maskapai dari berbagai negara," jelasnya.

"Wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali sudah mencapai di atas 10 ribu orang kedatangan setiap hari melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, belum dihitung melalui jalur darat," katanya.

Peningkatan Wisatawan

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali secara langsung berdampak kepada kenaikan hunian hotel, restoran semakin ramai, jalan mulai padat dan obyek wisata telah semarak kembali.

"Secara makro, pertumbuhan ekonomi Bali bangkit dari keterpurukan ditandai dengan tahun 2022, triwulan ke ll, ekonomi Bali telah tumbuh positif mencapai 3,04 persen. Meningkat jauh, dibandingkan dengan situasi yang sangat pelik kita hadapi pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi terdalam mines 9,31 persen," ungkapnya.

"Namun membaik pada tahun 2021, menjadi mines 2,47 persen. Sekarang sudah 3,04 persen, positif dan ini akan berlanjut sampai akhir tahun 2022 ini. Pertumbuhan ekonomi Bali yang positif ini, bertitik tolak dari kunjungan wisatawan ke Bali. Khususnya, wisatawan mancanegara yang sudah mencapai lebih dari 50 persen dibanding situasi normal sebelum Pandemi Covid-19," ujarnya.

Dia juga menerangkan, sebelum Pandemi Covid-19 kedatangan wisatawan mancanegara yang ke Bali, pergerakannya antara 15 sampai 18 ribu kedatangan per hari. "Target kami sebenarnya pada bulan Desember itu adalah mencapai 40 persen, akhir bulan Juli sudah mencapai lebih dari 50 persen," ujarnya. [idr]