Gubernur Lampung Kecewa Pembangunan Tol Tidak Diprioritaskan

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menyatakan kekecewaannya karena pembangunan jalan tol Sumatera yang melintasi di daerah itu tidak menjadi prioritas pemerintah pusat.

"Seharusnya pemerintah pusat memprioritaskan Lampung dalam pembangunan jalan tol di Sumatera dan lihat dulu kepentingannya, jangan tahu-tahu dibangun di Medan, padahal kendaraan di Sumatera yang menuju ke Jawa atau sebaliknya justru Lampung paling banyak," kata Sjachroedin ZP, usai menghadiri agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan, pembangunan jalan tol Sumatera sangat penting untuk memperlancar arus transportasi darat sehingga dipastikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Sumatera akan cepat tumbuh dan berkembang.

Terkait Musrenbang, ia menyebutkan, proses sinergisasi pembangunan dari tingkat desa sampai provinsi hingga ke pusat.

"Pembangunan di daerah itu, sangat berkesesuaian dengan program-program pemerintah pusat," ujarnya.

Karena itu, pihaknya menuntut pemerintah pusat melakukan koordinasi dan evaluasi dari hasil Musrenbang tahun lalu dengan tahun yang akan datang agar dapat berjalan dengan maksimal.

Terkait dengan tidak diprioritaskannya pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) pihaknya tidak mempermasalahkan itu.

"Saya setuju, pembangunan JSS tidak masuk dalam proyek prioritas di APBN karena lain kepemimpinan beda pula kebijakannya," ujar dia.

Karena itu pihaknya mengusulkan, agar pembangunan proyek JSS penghubung Banten dan Lampung itu diserahkan pada pihak swasta agar pembangunan itu sekalipun ganti kepemimpinan tetap berlangsung seperti rencana semula.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.