Gubernur NTB undang Wijaya Karya kembangkan kawasan industri

Royke Sinaga
·Bacaan 1 menit

Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah mengundang PT Wijaya Karya Tbk (Persero) untuk berinvestasi mengembangkan kawasan industri di provinsi itu.

"Kami mengundang WIKA untuk berinvestasi di NTB di sejumlah sektor mulai dari industri manufaktur, komoditi, cold storage produk-produk perikanan, dan otomotif. Beberapa sektor itu adalah potensi dan peluang yang bisa dioptimalkan bersama," ujar Gubernur NTB saat bertemu Direktur Utama Wika, Agung Budi Waskito dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Selasa.

Dalam kunjungan kerja ke Jakarta itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, Ridwan Syah serta Kepala Dinas PU NTB, H Sahdan.

Gubernur memandang bahwa WIKA adalah mitra yang tepat dan strategis. Terlebih lagi dengan keunggulan portofolio, pengalaman yang panjang, dan "success story" yang dimiliki WIKA pada keberhasilan realisasi proyek strategis nasional dan pengembangan industri ramah lingkungan berbasis solar cell, termasuk motor listrik.

"Spirit ini bisa mendorong kemajuan NTB dan Indonesia Timur. Kami berharap WIKA hadir di NTB. WIKA akan menjadi lebih dari sekedar "agent of change"," ujarnya.

Gubernur mengakui, saat ini Provinsi NTB seringkali menjadi pemberitaan di berbagi media dalam negeri dan mancanegara. Salah satunya karena dipilihnya sirkuit Mandalika sebagai salah satu tuan rumah pada kalender series MotoGP pada tahun 2021, sehingga ini menjadi daya tarik yang banyak diperbincangkan masyarakat.

Direktur Utama PT WIKA, Agung Budi Waskito, mengatakan bahwa rekam jejak perseroan tidak pernah bisa lepas dari NTB. Sejumlah proyek bendungan, jalur lintas Sumbawa pada dekade 1980-an, hotel, hingga kini sirkuit untuk MotoGP Mandalika menjadi bukti eratnya hubungan tersebut.

"Suatu kebanggaan dapat menerima kunjungan Pemprov NTB yang kami yakini banyak membawa kemanfaatan dan opportunity kerja sama strategis dengan WIKA ke depan," ujar Agung Budi Waskito.
Baca juga: Peran WIKA sebagai pelopor pembangunan infrastruktur
Baca juga: Pengamat: BUMN karya banyak berperan aktif dalam pembangunan jalan tol