Gubernur NTT Diam-Diam Keluarkan IUP Illegal

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

INILAH.COM, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terindikasi mengeluarkan izin tambang ilegal secara diam-diam kepada PT Mahadina Tantraga.

Menurut laporan LSM Formadda (Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian) NTT, dan Gerakan Reformasi Masyarakat (GERAM), Gubernur NTT Frans Leburaya tidak hanya mengeluarkan satu Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk tambang emas di Sumba, pada Januari 2009 Gubernur juga telah mengeluarkan IUP penyelidikan umum kepada PT Mahadina untuk bahan galian mangan dan mineral pengikutnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.

Pada 12 Februari 2010, Mahadina Tantragata kembali mengajukan permohonan untuk melakukan eksplorasi dan Gubernur menyetujuinya. Anehnya, di dalam dokumen tersebut tidak terlihat rekomendasi dari Bupati setempat tentang Wilayah Usaha Pertambangan (WIUP). Pada April 2012, Mahadina juga disetujui untuk melakukan pengambilan contoh dan pemetaan geologi regional bahan mineral biji besi/mangan di sana yang dimulai sejak 24 April hingga 15 Mei 2012 mendatang. "Kami menilai pemberian IUP oleh Gubernur NTT illegal dan melanggar aturan perundang-undangan minerba. Itu artinya, Gubernur NTT terlibat langsung dari praktik pertambangan illegal," ujar Ferry Adu, Ketua GERAM Manggarai Barat dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Dia juga menuding adanya pembohongan publik yang dilakukan Kupang Resources dan Chameleon yang disebutkan telah membantu dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat NTT. Menurutnya, perusahaan tambang ini sama sekali belum melaksanakan tindakan apa pun di lapangan.

Agustinus Dawarja, Konsultan Hukum Pasar Modal dan Ketua Kolega Advokat Hukum Adat Nusantara mengungkapkan, perusahaan tambang yang masuk ke NTT ini hanya bermodal kecil. Itu pun banyak dihabiskan untuk transportasi, hotel, makan, proses izin, survey, fotokopi dokumen, akta pendirian notaris, sewa konsultan survey, sewa mobil, beli peta survey yang diperkirakan nilainya mencapai Rp1-10 miliar.

"Biaya tersebut hanya untuk mendapatkan IUP. Tanah-tanah rakyat belum dibayar. Jadi dalam neraca, aset mereka itu hanya IUP saja. Bahan mineral yang ada di perut bumi itu bukan aset mereka tapi negara. Itu baru menjadi aset mereka setelah dieksplorasi dan itu pun tidak semuanya menjadi aset mereka karena ada kewajiban membayar pajak dan royalti kepada negara."

Menurut Agustinus, ini sangat ironis karena banyak IUP atau KP yang terbit tanpa ada diskusi dengan DPR atau masyarakat di mana tanah-tanah mereka telah diterbitkan izin oleh pemerintah.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...