Gubernur NTT harapkan layanan "fintech" jangkau semua sektor unggulan

Kelik Dewanto

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengharapkan layanan jasa keuangan berbasis aplikasi atau financial technology (fintech) bisa menjangkau semua sektor usaha unggulan, yang sedang dikembangkan pemerintahan setempat.

"Saya senang kalau fintech ada untuk pertanian, peternakan, dan pariwisata, sebagai sektor-sektor unggulan yang sedang kita kerjakan di provinsi ini," katanya dalam sambutannya di acara peresmian Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT di Kota Kupang, Jumat.

Baca juga: 602 fintech ilegal dikendalikan di luar RI, masyarakat diminta waspada

Dia mengatakan belum lama ini, layanan fintech sudah dihadirkan pemerintahannya bekerja sama dengan Bank NTT untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan.

Untuk itu, dia meminta dukungan OJK setempat agar mendorong kehadiran fintech menjangkau sektor unggulan lain seperti pertanian, peternakan, dan pariwisata sehingga perekonomian setempat tumbuh lebih baik.

Dia menjelaskan NTT merupakan wilayah kepulauan, sehingga butuh layanan jasa keuangan berbasis aplikasi seperti fintech agar memudahkan akses bagi masyarakat hingga ke wilayah pelosok.

"Kalau orang dari Pulau Semau, Pulau Rote, dan pulau-pulau berpenduduk lainnya harus datang ke bank, maka akan mengalami kesulitan yang luar biasa," katanya.

"Transportasi laut juga belum tentu ada saat musim-musim tertentu, sudah begitu belum tentu percaya diri datang ke bank-bank konvensional," katanya lagi.

Gubernur Viktor menambahkan fintech merupakan teknologi yang akan sangat membantu pembangunan terutama ekonomi di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

"Untuk membangun peradaban manusia NTT lebih hebat, maka jawaban satu-satunya adalah teknologi," tandasnya.

Hadir dalam acara peresmian Gedung Kantor OJK itu antara lain Anggota Komisioner OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Herus Kristiyana dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

Baca juga: OJK ungkap 1.000 lebih layanan teknologi finansial ilegal ditutup