Gubernur Papua Barat Ajak Warga Maybrat Kembali ke Rumah Masing-Masing

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi - Sejumlah senjata dan amunisi yang disita TNI dari kelompok separatis usai terlibat baku tembak di Intan Jaya, Papua. (dok TNI)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak masyarakat Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, kembali ke perkampungan masing-masing untuk beraktivitas seperti biasa. Dia juga meminta masyarakat membantu aparat menangkap kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Masyarakat tidak perlu panik atau mengungsi ke hutan, karena pemerintah bersama TNI dan Polri menjamin keamanan masyarakat," kata Dominggus saat meninjau langsung tempat kejadian perkara pos persiapan Koramil Kisor, Papua, seperti dilansir Antara, Sabtu 4 September 2021.

Dia mengatakan kehadiran aparat gabungan di sejumlah perkampungan, bukan menakut-nakuti masyarakat, tapi mencari pelaku pembunuhan anggota TNI dalam peristiwa penyerangan pos TNI di kampung Kisor.

"Saya yakin tugas TNI/Polri dalam menyelidiki kelompok bersenjata (KKB) penyerang pos TNI, tidak akan mengganggu keamanan masyarakat sipil," ujar Dominggus.

Dia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Maybrat, Papua Barat bersatu menjaga keamanan dan kedamaian untuk membangun Maybrat menjadi lebih baik.

"Masyarakat Maybrat khususnya di wilayah Distrik Aifat Selatan saya imbau tidak terpengaruh ajakan pihak-pihak yang tujuannya menghambat pembangunan," ucap Dominggus.

Jamin Keamanan Warga

Senada dengan Gubernur, Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bersama Kapolda Irjen Tornagogo Sihombing memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat sipil di wilayah tersebut.

"Misi kami mengejar dan menangkap kelompok bersenjata yang menyerang dan membunuh empat anggota TNI. Masyarakat tak perlu takut dengan kedatangan aparat karena kami ada untuk membela dan melindungi masyarakat," ujar Panglima Kodam XVIII Kasuari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel