Gubernur: Penyandang disabilitas punya hak yang sama untuk berprestasi

Gubernur Sumatera Barat, Mahyedi menegaskan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berprestasi dalam segala bidang termasuk olahraga.

"Negara sudah menyatakan bahwa anak normal dan anak-anak inklusi atau berkebutuhan khusus harus mendapatkan pelayanan, perhatian serta fasilitas yang sama termasuk dalam olahraga," katanya di Padang saat membuka Festival Olahraga Disabilitas Sumbar 2022 di Padang, Kamis.

Menurutnya olahraga tidak mengenal mengenal perbedaan suku, ras, bahasa, budaya dan perbedaan fisik. Terbukti dengan diselenggarakannya iven olahraga bagi penyandang disabilitas tersebut.

"Penghargaan negara kepada atlet sama termasuk bagi disabilitas seperti pada PON dan PEPARNAS yang telah dilaksanakan di Papua lalu," ujarnya.

Ia mengatakan Presiden juga sudah menegaskan bahwa semua atlet berkebutuhan khusus atau tidak harus mendapatkan perhatian yang sama oleh negara.

Sebentar lagi Sumatera Barat akan mengikut Kompetisi Multi Iven tingkat Nasional diantaranya Pekan Olahraga Spesial Olimpik Nasional atau disingkat PESONAS di Semarang Jawa Tengah dan Festival Olahraga Rekreasi Nasional atau juga disingkat FORNAS yang akan dilaksanaka di Kota Palembang Sumatera Selatan.

Dua kompetisi tersebut berbeda. Satu untuk anak-anak berkebutuhan khusus yaitu multi iven PESONAS dan yang satu lagi adalah olahraga rekreasi atau olahraga masyarakat yang disebut FORNAS.

Namun ia memastikan kedua multi iven ini akan dihargai dan dipandang sama karena sama-sama membawa nama baik Provinsi Sumatera Barat di tingkat Nasional

"Sangat membanggakan bagi Pemprov Sumbar karena atlet daerah ini tidak pernah absen dari keikutsertaan sebagai peserta pada kegiatan olahraga nasional itu," katanya.

Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora RI Aris Subiono mengatakan kegiatan yang digelar tersebut adalah bukti perhatian pemerintah terhadap dunia olahraga.

Ada lima cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kegiatan itu yaitu atletik, bulutangkis, tenis meja, angkat berat dan renang.

"Festival ini dilaksanakan hanya di dua provinsi yaitu Sumatera Barat dan Jawa Timur," katanya.

Dalam kegiatan itu terlibat 330 siswa dan 110 pendamping serta panitia pelaksana dari seluruh stakeholder. Itu adalah sebuah kolaborasi yang baik untuk perkembangan olahraga di Indonesia.


Baca juga: 27 atlet NPC Papua ikuti pemusatan latihan ASEAN Para Games 2022

Baca juga: Atlet para-atletik Indonesia raih dua medali emas pada AYPG 2021


Baca juga: Dua atlet para-tenis meja jadi andalan Indonesia pada AYPG 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel