Gubernur Riau Minta Tenaga Honor Jadi Prioritas CPNS

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Riau Syamsuar meminta kepada DPR agar tenaga honor diprioritaskan untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Saya sampaikan di depan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar tenaga honor jangan sampai diberhentikan begitu saja, karena mereka rata-rata sudah lama mengabdi," katanya kepada merdeka.com Jumat (17/6).

Selain sudah lama mengabdi, tenaga honor juga dianggap telah memiliki pengalaman. Mereka dinilai memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing sesuai pekerjaan selama ini sebagai tenaga honor.

"Sebaiknya mereka jadi prioritas untuk diangkat jadi CPNS atau PPPK, mereka berpengalaman," ujarnya.

Syamsuar menyampaikan hal itu menyusul rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI) menghapus seluruh tenaga honorer di instansi pemerintah mulai tahun depan.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Gubernur Syamsuar selalu menyuarakan terkait nasib tenaga honorer ini.

Contohnya dalam Rakor Gubernur (Rakorgub) se-Indonesia yang belum lama ini diselenggarakan di Bali,

Pada saat itu, Syamsuar menyampaikan soal nasib tenaga honorer atau sering disebut Tenaga Harian Lepas (THL) ini. Syamsuar menyampaikan di lingkungan Pemerintah Pemprov Riau sendiri ada sekitar 18.000 tenaga honor.

Salah satu tenaga honor M Zalik Parma (33), sudah 10 tahun bekerja di Pemprov Riau. Saat ini, dia sebagai honorer di Dinas Kominfo Riau. Dia berharap bisa segera menjadi CPNS.

"Iya mudah-mudahan lah jadi CPNS bg, sudah 10 tahun saya bekerja jadi tenaga honor, Alhamdulillah. Tapi kalau ada rezeky jadi CPNS saya sangat bersyukur," kata Zalik. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel