Gubernur sampaikan proposal investasi UEA di Aceh Singkil

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan proposal investasi pariwisata di Pulau Banyak-Aceh Singkil, kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Jumat.

“Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) UEA Abdulla Salem Al Dhaheri, pada 8 Oktober 2020 lalu di kediamannya,” kata Nova Iriansyah dalam siaran pers yang diterima di Banda Aceh.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela penyampaian proposal investasi pariwisata saat pertemuan dengan Luhut Binsar Pandjaitan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, di Jakarta.

Baca juga: Indonesia-UEA segera mulai rencana kerja sama rehabilitasi mangrove

Ia menjelaskan ada investor Uni Emirat Arab (UEA) yang ingin melakukan investasi pariwisata di Provinsi Aceh, yakni di Pulau Banyak.

"Pak Menko sudah menyampaikan kepada Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei. Kemudian pak Menko akan berkunjung ke sana (Abu Dhabi) dan membawa bahan ini (proposal investasi)," kata Gubernur Aceh.

Ia mengatakan Menko Luhut juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang sudah menyiapkan proposal investasi Pariwisata untuk Kepulauan Banyak tersebut.

Baca juga: Luhut tegaskan program rehabilitasi mangrove terukur dan terintegrasi

Menurut dia Luhut akan meyakinkan pihak Abu Dhabi supaya mengirimkan tim melihat langsung Pulau Banyak yang memiliki 63 pulau dan mereka akan melakukan survei lebih detail.

Pemerintah Aceh menawarkan proyek terpadu di Pulau Banyak, termasuk pembangunan pelabuhan udara yang bisa mereka lakukan pemasaran langsung dari Abu Dhabi ke Pulau Banyak.

"Kedua menawarkan hotel resor. Mereka tertarik untuk investasi di Pulau Banyak, karena jarak dari Abu Dhabi ke Aceh hanya 5 jam," katanya.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Aceh didampingi Staf Khusus Iskandar, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.