Gubernur Sulawesi Selatan Tak Penuhi Syarat Disuntik Vaksin COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mengenakan rompi biru Tim Vaksinasi COVID-19 Sulawesi Selatan sekaligus Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi orang pertama di provinsi itu disuntik vaksin COVID-19 pada Kamis, 14 Januari 2021. Penyuntikan perdana menandai program vaksinasi di Sulawesi Selatan.

Andi Sudirman tampak mendampingi Gubernur Nurdin Abdullah pada pencanangan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di RS Dadi Makassar, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kamis, 14 Januari 2020.

Vaksin COVID-19 buatan perusahaan biofarmasi China, Sinovac, telah lulus uji verifikasi dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI, serta mendapat surat izin Emergency Use of Authorization (EUA). Vaksinasi massal pun serentak dilakukan di beberapa daerah setelah dimulai oleh Presiden Joko Widodo, kemarin.

Baca: Apa Perbedaan Vaksin China Sinovac dan Sinopharm serta Merek Lain?

Andi Sudirman Sulaiman mengaku sangat deg-degan saat menjadi orang pertama yang menerima vaksin COVID-19 di Sulawesi Selatan. Ia terlihat berulang kali mengelus dadanya saat hendak disuntik vaksin di lengan kirinya oleh tim medis.

Adik mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu mengaku bersyukur ukuran jarum suntik vaksin tidak sebesar yang ia khawatirkan. “Alhamdulillah, jarum suntiknya tak sebesar yang saya kira, jadi hampir tidak terasa sama sekali,” katanya.

Meski begitu, Andi Sudirman mengaku merasakan nyeri di lengan kirinya sesaat setelah disuntik vaksin. Ia pun berharap semoga dengan disuntikkannya vaksin dapat menjadi solusi untuk menekan penyebaran COVID-19.

“Setelah vaksin, ada observasi 30 menit untuk mengetahui reaksinya. Terasa pegel sedikit di bagian yang disuntik. Semoga Allah lancarkan dan jadikan solusi menekan penyebaran pandemi COVID-19 ini kepada diri, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Andi Sudirman Sulaiman menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 buatan Sinovac di Sulawesi Selatan setelah sang gubernur Nurdin Abdullah dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin.

Selain Nurdin, sejumlah pejabat lain di provinsi itu juga batal menerima vaksin, di antaranya Kepala Polda Irjen Pol Merdisyam, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kepala Kejaksaan Tinggi Firdaus Dewilmar, Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani, dan Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Ichsan.