Gubernur Sulsel-Konsul Jepang bahas pemenuhan listrik warga di pulau

Agus Salim

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah bersama Konsul Jepang Miyakawa Katsutoshi bertemu membahas rencana pembangunan instalasi pembangkit listrik sistem baterai hibrid atau storage system for RES Integration (micro grid) di Sulawesi Selatan.

Nurdin Abdullah menyebutkam di Sulsel terdapat sekitar 319 pulau sehingga muncul kekhawatiran bahwa selama ini kebutuhan listrik secara permanen termasuk air bersih di pulau-pulau di Sulsel belum terpenuhi.

Baca juga: PLN alirkan listrik 162 rumah di Pulau Selayar Besar

Baca juga: Di Pulau Enggano PLTS terpusat terbengkalai

"Sebagai negara kepulauan tetapi kita belum berpihak pada masyarakat kita di pulau. Yang dekat dari kota Makassar saja masih kesulitan air bersih dan listrik," kata Nurdin Abdullah saat menemui Miyakawa Katsutoshi yang sengaja datang bersama perwakilan dari Mitsubishi Denki dan Oriental Consultants di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga menilai bahwa keberpihakan kepada masyarakat pulau perlu menjadi perhatian serius.

Bagi alumnus Universitas Hasanuddin dan Kyushu University Jepang ini, listrik adalah faktor pendorong kegiatan ekonomi masyarakat Sebagai kebutuhan dasar mereka dan juga untuk cold storage, menyimpang hasil tangkapan hasil laut mereka.

"Kalau tidak ada kulkasnya, cold storage. Hasil tangkapannya bagaimana bisa tahan. Ini yang menyebabkan mereka miskin, mereka menjual murah hasil tangkapan mereka," sebutnya.

Baca juga: 80 desa di Pulau Nias masuk Program Lisdes 2019

Ia juga menekankan jika listrik dan air bersih menjadi kunci perbaikan ekonomi. Sehingga tidak boleh ada perlakuan dengan berbeda kepada masyarakat pulau.

"Saya pingin itu mulai dari Sulsel. Kita tidak bicara mahal murahnya, ini kebutuhan dasar masyarakat," kata Nurdin.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Konsul Miyakawa Katsutoshi memaparkan contoh sistem baterai hibrid yang sukses digunakan di Pulau Oki Jepang.

Sistem ini menggunakan kombinasi dari tenaga listrik dari sumber pembangkit matahari (solar), angin (wind), air (hydro) dan diesel.

Sistem ini menghasilkan output yang besar dan cocok digunakan di pulau-pulau kecil.

Baca juga: 25 pulau di NTT belum dialiri listrik

Baca juga: Karpowership bantu kebutuhan listrik warga di Pulau Timor