Gubernur Sulsel: Makassar aman dan terkendali usai terjadi bentrokan

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan memastikan kondisi Kota Makassar aman, damai, dan terkendali usai terjadi bentrokan antara pemuda Asrama Papua dengan ormas di Ibu Kota Sulsel ini.

Sejumlah personel gabungan kepolisian disiagakan di sekitar Asrama VI Papua di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kota Makassar, setelah bentrokan yang melibatkan massa aksi tolak Daerah Otonomi Baru (DOB) dengan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Bentrok sudah kita redam, aparat sudah kami turunkan,” kata Andi Sudirman di Makassar, Kamis.

Dalam kesempatan ini, dirinya meminta semua pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Sulawesi Selatan.

“Saya yakin insya Allah tidak akan ada bentrok lagi. Saya minta tidak ada kesalahpahaman, semua pihak dapat menahan diri,” jelasnya.

Sehari sebelumnya terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh Petisi Rakyat Papua (PRP) dengan sejumlah tuntutan. Aksi dilakukan di jalan raya dan kemudian ormas BMI datang dan meminta membubarkan diri dan melakukan aksi di dalam asrama. Selanjutnya terjadi bentrokan.

Massa pengunjuk rasa mundur ke dalam Asrama Papua dan melanjutkan orasi dengan tuntutan yang sama. Selanjutnya massa aksi membubarkan diri dengan aman.

Baca juga: Demonstrasi mahasiswa di Makassar bentrok

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel