Gubernur Sumbar Beli Mobil Dinas Baru saat Pandemi: yang Lama Rusak

·Bacaan 2 menit

VIVAGubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy kini punya mobil dinas baru. Mobil itu, baru saja dibeli beberapa hari belakang dengan harga mencapai Rp2.9 miliar lebih. Pembelian mobil dinas di masa badai pandemi yang belum usai itupun, menuai polemik.

Dua unit mobil dinas baru itu, tipe Mitsubishi Pajero untuk Gubernur Sumbar dan Hyundai Palisade untuk Wagub, dibeli saat kasus COVID-19 belum melandai, keduanya dinilai tak punya rasa empati dan sense of crises.

Karena, bukan mengedepankan kepentingan masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Anggaran Rp2,9 miliar lebih itu, sebaiknya dimanfaatkan untuk penanganan COVID-19 bukan sebaliknya dibelikan mobil dinas baru.

Menurut anggota DPRD Sumatra Barat Komisi V dari fraksi Demokrat Nofrizon, kondisi saat ini masih dalam tekanan pandemi COVID-19. Ada recofusing anggaran untuk penanganan COVID-19. Namun, Gubernur dan Wakilnya malah beli mobil dinas baru dengan alasan mobil dinas yang lama sudah rusak.

“Kan dalam masa pandemi. Recofusing anggaran juga. DPRD Sumbar sempat melakukan recofusing anggaran pokok pikiran (Pokir) untuk penanganan COVID-19 ini. Ketua DPRD Sumbar juga sampai kini masih menggunakan mobil dinas lama. Tidak menganggarkan pembelian mobil dinas baru. Tapi malah Gubernur dan Wakilnya beli mobil dinas baru,” kata Nofrizon, Rabu 18 Agustus 2021.

Menurut Nofrizon, alasan mobil dinas yang lama rusak, tentu tidak bisa diterima begitu saja. Selain masih bisa diperbaiki, mobil dinas Gubernur juga lebih dari satu. Ia menganggap ketimbang beli mobil dinas baru, lebih baik jika uang itu digunakan untuk kepentingan penanganan COVID-19 dan membantu warga yang terdampak.

“Kalau disebut mobil lama rusak, kan mobil dinasnya banyak, tidak hanya satu. Silahkan saja cek di garasi mobilnya. Di masa pandemi ini, alangkah eloknya jika mereka menunda dulu pembelian mobil dinas baru itu. Kita saja, melakukan recofusing anggaran,” ujar Nofrizon.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah mengakui kalau pembelian mobil dinas baru itu, buntut dari rusaknya mobil dinas yang lama. Terkait dengan anggaran, menurutnya sudah diangggarkan jauh sebelumnya.

“Mobil yang lama sudah rusak. Sudah di-service juga. Beberapa kali gangguan transimisinya. Jadi, tidak safety. Kalau tidak salah, mobil yang saya pakai anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,4 miliar,” kata Mahyeldi Ansharullah.

Baca juga: Komnas HAM Laporkan Hasil Temuan TWK ke Jokowi, Bukan ke KPK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel