Gubernur Sumbar dan Gorontalo Sambangi Anies Baswedan di Balai Kota, Bahas Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima beberapa tamu sesama kepala daerah di Balai Kota DKI Jakarta. Salah satunya yakni Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah pada Selasa kemarin (25/5/2021).

Pertemuan Anies Baswedan dengan Mahyeldi tersebut diunggah melalui akun instagram @aniesbaswedan. Anies menyatakan, pertemuannya dengan Mahyeldi membahas mengenai potensi kerja sama antara kedua pemerintah daerah yang mereka pimpin.

"Silaturahmi singkat sekaligus membahas potensi kerja sama antara DKI Jakarta dengan Sumatera Barat di bidang pangan, pertanian, dan pariwisata. Dengan kerja sama ini, akan saling menguntungkan bagi kedua daerah nantinya," kata Anies dalam unggahan tersebut dikutip Rabu (26/5/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berencana mengunjungi Mahyeldi di Sumatera Barat. Kata Anies, hal tersebut sebagai bentuk silahturahmi kedua belah pihak.

"Insyaallah jika sudah matang kolaborasinya, kami akan segera balas bersilaturahmi ke Sumatera Barat," ucapnya.

Selain dengan Mahyeldi, beberapa hari sebelumnya Anies juga menerima tamu Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan Sekda Gorontalo Darda Daraba pada Jumat (21/5/2021).

Anies menyebut kedatangan Rusli tersebut untuk mempelajari aplikasi pengadaan barang dan jasa online atau e-Order, yang dikembangkan dan dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Dengan senang hati kami berbagi pengalaman praktik aplikasi e-Order," ujar dia.

Tentang e-Order

Pegawai memasuki gedung Balai Kota DKI pada hari pertama kerja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di Jakarta, Senin (8/6/2020). PNS di lingkungan Pemprov DKI kembali mulai bekerja di kantor dengan sistem shifting. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pegawai memasuki gedung Balai Kota DKI pada hari pertama kerja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di Jakarta, Senin (8/6/2020). PNS di lingkungan Pemprov DKI kembali mulai bekerja di kantor dengan sistem shifting. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Anies menjelaskan e-Order merupakan sistem Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk belanja UMKM sampai dengan Rp 50 juta. Anies menyebut market place yang diluncurkan sejak Januari 2020 ini telah membuka ruang bagi UMKM.

Selain e-Order, Rusli dan jajarannya juga sempat bertukar gagasan mengenai pengelolaan Jakarta Smart City. Lalu, terkait metode pengadaan design and build untuk pembangunan rumah sakit Ainun Habibie.

"DKI Jakarta akan terus menjadi rujukan dan terbuka untuk berbagi pengalaman sistem teknologi terkini, membangun sistem aplikasi kota cerdas (smart city), memberikan pelayanan yang efektif, cepat dan mudah bagi warga," jelas dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel