Gubernur Sumsel Akui Distribusi Vaksin dari Pemerintah Pusat Belum Mencukupi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Palembang - Vaksinasi COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata belum mencapai 50 persen dari total jumlah penduduk di Sumsel.

Hal tersebut terjadi karena jumlah distribusi vaksin untuk Sumsel, belum mencukupi untuk warga Sumsel secara merata.

Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan, animo masyarakat Sumsel untuk vaksinasi COVID-19 sangat tinggi.

Salah satunya terlihat dari kegiatan vaksinasi COVID-19 di beberapa daerah di Kota Palembang, dengan jumlah warga yang datang membludak.

Namun tingginya animo masyarakat Sumsel tersebut, namun berbanding terbalik dengan kuota vaksin yang diberikan pemerintah pusat.

“Karena sampai saat ini distribusi vaksin, yang dikirim pemerintah pusat, masih tergolong jauh dari cukup," ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Karena itulah juga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel belum menerapkan kartu vaksin COVID-19, sebagai syarat masuk mal atau pusat perbelanjaan.

Kartu Vaksin

Vaksinator berbincang sambil menunggu tenaga kesehatan yang akan di vaksin dosis ketiga atau booster di RSUD Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pemberian vaksin dosis ketiga kepada tenaga kesehatan di Indonesia ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Vaksinator berbincang sambil menunggu tenaga kesehatan yang akan di vaksin dosis ketiga atau booster di RSUD Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pemberian vaksin dosis ketiga kepada tenaga kesehatan di Indonesia ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Menurutnya, untuk menerapkan persyaratan tersebut, vaksinasi COVID-19 harus di atas 50 persen.

Herman Deru menuturkan, kebijakan penggunaan kartu vaksin tersebut baru cocok diterapkan untuk beberapa kegiatan saja, salah satunya seperti penerbangan.

“Itu kan memang domain pemerintah pusat. Bukan pemerintah daerah. Tapi kalau untuk mal, mungkin masih belum," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel