Gubernur Tandingan Ahok hingga Pemandu Karaoke Babak Belur

Syahrul Ansyari
·Bacaan 3 menit

VIVA - Sejumlah pemberitaan di kanal News mewarnai laman VIVA.co.id pada Selasa, 27 Oktober 2020. Berita yang terpopuler adalah kabar duka dari Front Pembela Islam (FPI).

Salah satu tokoh mereka, Fahrurrozi Ishaq, meninggal dunia karena terkena COVID-19. Fahrurrozi merupakan sosok yang pernah mendeklarasikan diri sebagai gubernur tandingan bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa waktu silam.

Berita kedua yang terpopuler berjudul "Dua Pelindung yang Tak Dapat Ditembus Virus Corona Penyebab COVID-19." Disebutkan bahwa protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker adalah pelindung pertama terhadap COVID-19. Sedangkan yang kedua adalah vaksin.

Sementara itu, berita ketiga yang terpopuler adalah soal upah minimum tahun depan tidak naik. Hal itu sudah diputuskan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Selain tiga berita tersebut, masih ada dua berita lainnya yang juga jadi perhatian pembaca. Pertama adalah soal baliho Habib Rizieq yang bermunculan.

Dan kedua, mengenai seorang pemandu karaoke wanita yang babak belur dihajar pengunjung. Bahkan si pemandu ini sampai pingsan.

Berikut 5 berita di kanal News VIVA.co.id yang terpopuler pada Selasa, 27 Oktober 2020:

1. Gubernur Tandingan Ahok, Fahrurrozi Meninggal karena COVID-19

Fahrurrozi Ishaq meninggal dunia di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 27 Oktober 2020. Nama Fahrurrozi mencuat kala dinyatakan sebagai Gubernur Tandingan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tapi, status Gubernur Tandingan Fahrurrozi tak diakui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena birokrasi Indonesia tak mengenal istilah Gubernur Tandingan. Fahrurrozi dilantik pada 1 Desember 2014 oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Jakarta.
Fahrurrozi meninggal dunia karena COVID-19. Dia sempat menjalani swab test di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca selengkapnya di sini.

2. Dua Pelindung yang Tak Dapat Ditembus Virus Corona Penyebab COVID-19

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan vaksin COVID-19 untuk melindungi masyarakat dari virus corona. Vaksin merupakan pelindung kedua masyarakat setelah protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker.

Selama pelindung kedua itu belum ada, menurut Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, pelindung pertama dimaksimalkan oleh masyarakat di Indonesia.

Baca selengkapnya di sini.

3. Sah, Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memutuskan untuk tidak menaikkan Upah Minimum Tahun 2021.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi COVID-19.

Dikutip dari surat edaran tersebut, menaker menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam rangka memenuhi hal pekerja/buruh termasuk dalam hal membayar upah.

Baca selengkapnya di sini.

4. Baliho Habib Rizieq Bermunculan, FPI: Itu Inisiatif Masyarakat

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dikabarkan akan pulang ke Tanah Air jadi isu dan perhatian masyarakat. Di tengah kabar kepulangan itu, muncul baliho besar selamat datang Habib Rizieq di sejumlah titik lokasi di Jakarta.

Terkait itu, Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman mengatakan, pemasangan baliho itu adalah ide dan inisiatif masyarakat yang mengagumi Habib Rizieq. Menurutnya, FPI tak pernah menginstruksikan masyarakat tertentu untuk memasang baliho Habib Rizieq.

Sebelum isu kepulangan Habib Rizieq, menurutnya, sudah banyak baliho dan poster dukungan yang terpasang di sejumlah titik lokasi Jakarta.

Baca selengkapnya di sini.

5. Menolak Diantar Pulang, Pemandu Karaoke Babak Belur Dibogem Tamunya

Seorang pemandu karaoke wanita di Palembang, Sumatera Selatan, babak belur dihajar tamu pengunjung karaoke bernama Basrun hingga pingsan. Korban berinisial E (26) itu dianiaya karena menolak diantar pulang Basrun ke indekosnya lantaran baru kenal.

Tak terima dengan perlakuan kasar pelaku, akhirnya korban didampingi keluarganya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang Senin sore, 26 Oktober 2020, untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya.

Baca selengkapnya di sini.