Gubernur West Virginia bantah rasis karena sebut 'preman' dalam basket

CHARLESTON, West Virginia (AP) - Gubernur Virginia Barat Jim Justice pada Rabu menyatakan tidak masuk akal menuduh dia rasis hanya karena menyebut sebuah tim bola basket putri SMA "preman" setelah perkelahian terjadi dalam satu pertandingan.

Sanggahan Justice ini disampaikan sehari setelah pertandingan yang melibatkan SMA Greenbrier East yang pernah dia latih, terpaksa diakhiri lebih cepat ketika pelatih tim lawan berselisih dengan seseorang di tribun.

"Saya benci mengatakan ini dengan cara lain, tapi jujur demi Tuhan ini adalah hal sama yang dua kali terjadi di Woodrow dalam waktu berbeda di luar pemain-pemain Woodrow," kata Justice kepada wartawan.

"Mereka tidak tahu bagaimana harus bersikap dan pada akhirnya Anda mendapatkan apa yang Anda dapatkan."

Pelatih tim ini adalah kulit hitam, seperti juga beberapa pemainnya. Pada pagi hari, komentar Justice menyebar di media sosial.

Justice, seorang Republikan, Rabu petang mengeluarkan pernyataan membela penggunaan kata "preman".

“Definisi saya tentang preman sudah jelas - itu berarti kekerasan, penindasan, dan perilaku tidak tertib. Dan kita, sebagai warga West Virginia, semestinya tidak menoleransi perilaku semacam ini. Siapa pun yang menuduh saya membuat cercaan rasis sungguh tidak masuk akal," kata dia.

Dia menambahkan bahwa salah satu pelatih tim lawan telah dikutip oleh Kepolisian Negara Bagian West Virginia karena menghalang-halangi seorang petugas polisi. Seorang juru bicara polisi membenarkan pengutipan tersebut lewat email.

"Saya bangga sekali bahwa pelatih saya, tim saya, dan saya sendiri tidak terlibat dalam insiden ini dengan cara, bentuk, pola, atau model apa pun dan saya sungguh sedih anak-anak Woodrow harus menjadi sasaran perilaku ini," kata Justice.