Gugatan Nissan senilai 95 juta dolar AS terhadap Ghosn dimulai di Jepang

·Bacaan 1 menit

Tokyo (AFP) - Proses dalam gugatan senilai 95 juta dolar AS yang diajukan oleh raksasa mobil Jepang Nissan terhadap mantan ketuanya Carlos Ghosn dimulai Jumat di sebuah pengadilan dekat Tokyo.

Nissan mengajukan gugatan terhadap Ghosn pada Februari dan meminta 10 miliar yen atas apa yang disebutnya "kesalahan dan aktivitas curangnya selama bertahun-tahun".

Ghosn adalah buronan internasional setelah gagal hadir di pengadilan guna menjawab tuduhan tahun lalu dan melarikan diri dari Jepang di mana dia menunggu persidangan atas tuduhan pelanggaran keuangan yang dia bantah.

Nissan mengatakan gugatan itu ditujukan guna "meminta pertanggungjawaban Ghosn atas kejahatan dan kerugian finansial yang ditimbulkan pada perusahaan karena kesalahan tersebut".

Dalam sebuah pernyataan, Ghosn mengatakan gugatan perdata itu merupakan perpanjangan dari "penyelidikan internal yang sangat tidak masuk akal dengan maksud jahat oleh sebagian dari manajemen senior Nissan serta penangkapan dan dakwaan yang tidak masuk akal oleh jaksa penuntut umum".

Dia mengatakan tim pembelanya di Jepang yang mewakili dia atas ketidakhadirannya, "akan menunjukkan bahwa kecurigaan atas kesalahan dan tuduhan ... sama sekali tidak memiliki dasar".

Ghosn menghabiskan lebih dari 100 hari dalam tahanan di Jepang setelah penangkapannya yang tiba-tiba November 2018, tetapi melancarkan pelarian yang berani saat keluar dengan jaminan di Tokyo, tiba di Lebanon yang tampaknya tidak terdeteksi.

Dia menuduh Nissan menyerang dia secara tiba-tiba karena khawatir dia ingin lebih mengintegrasikan produsen mobil itu dengan mitra Prancis Renault.

Renault juga telah mengajukan tuntutan perdata untuk ganti rugi terhadap Ghosn atas dugaan pelanggaran keuangan.

Mantan ajudan Ghosn, Greg Kelly, tetap berada di Jepang dan mengaku tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran keuangan pada sidang pengadilan pertamanya di Tokyo pada September.

Dua pria yang dituduh membantu Ghosn melarikan diri dari Tokyo saat ini ditahan di Amerika Serikat di mana mereka sedang melawan upaya ekstradisi ke Jepang.