Gugatan UU Pemilu Legislatif Selesai Dalam Enam Minggu

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM  PEMATANGSIANTAR - Setelah ditetapkannya Rancangan UU Pemilu tahun 2012 pada Kamis (12/4/2012) dalam sidang paripurna DPR RI menjadi UU Pemilihan Legislatif, akhinrya digugat ke Mahkamah Konstitusi. UU Pemilu yang mengatur mengenai penetapan “parliamentary treshold” (PT), mendapat protes dari berbagai eleman yang berkepentingan.Gugatan telah sampai di Mahkamah Konstitusi (MK), namun masih dalam tahap pedaftaran perkara untuk diproses.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi prof Dr Moh Mahfud MD saat dikonfirmasi wartawan di Pematangsiantar, Provinsi Sumut, Jumat (18/5/2012).

“MK akan segera memprosesnya, apakah gugatan-gugatan itu cukup beralasana untuk dikabulkan atau tidak,” katanya saat akan meninggalkan Komplek Universitas Simalungun (USI) usai meresmikan Tugu Brigjen (Purn) Radjamin Poerba sebagai pendiri USI.

Ia mengaku belum mengetahui apa alasan-alasan dalam gugatan tersebut. Pasalanya, kasusnya belum dibuka. “Saya belum tahu, karana Undang-undangnya baru diberi nomor, dan baru diregistrasi dan belum dipelajari,” katanya.

Mahfud memastikan bahwa MK akan memberikan keputusan yang menurut kosntitusi paling tepat. Kemudian waktu untuk pengambilan putusan yang tidak telalu lama. “Tetapi percaya lah, bahwa MK akan memutus sesuaid engan ketentuan konstitusi dan dalam waktu yang tidak lama,” ujarnya.

Menurut Mahfud, UU Pemilu adalah undang-undang yang dinilai sangat penting. Dan kepastian hukumnya sangat diperlukan. “jadi akan kita putus segera, dalam waktu yang sangat cepat. Paling lama senam minggu lah,” jelasnya.

Sementara untuk UU Pemilihan Presiden, menurut Mahfud belum dibahas di DPR. Sehingga dia tidak mau mengomentari hal tersebut.

Putusan Rapat Paripurna DPR, yang menyepakati penetapan 'parliamentary treshold’ (PT), yaitu ambang batas perolehan suara partai, yang diberlakukan secara nasional, UU tersebut jelas melanggar prinsip pluralitas politik yang merupakan fakta sejarah dan kondisi sosiologis bangsa ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.