Gugur di Papua, Prabowo Prajurit Terbaik Kopassus  

TEMPO.CO, Jakarta - Bendera Merah Putih setengah tiang di depan rumah Prajurit Satu Wahyu Prabowo lesu tak berkibar. Rumah berwarna cokelat di Desa Karanganyar, Purbalingga, itu ramai dikunjungi tetangga. Wahyu, pria kelahiran 5 Oktober 1988, gugur tertembak saat bertugas di Papua.

Kepergian anak sulung dari dua bersaudara kembar akibat ditembak kelompok yang diduga pemberontak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ini menyisakan duka bagi keluarganya. "Ternyata yang pulang hanya peti matinya," kata Sastrodiharjo, ayah Prabowo, Jumat, 22 Februari 2013.

Menurut dia, saat berangkat, Prabowo mengatakan hanya bertugas selama enam bulan di Papua. Setelah itu, diperpanjang dua bulan. Seharusnya, bulan ini Prabowo sudah berada di rumah dan mempersiapkan perkawinannya.

Sastro berkisah, pernikahan ini telah lama direncanakan pihak keluarga. Cincin pernikahan untuk Merlina Fatmawati Anika telah dibeli. Namun, rencana ini terus tertunda. Saat tiba waktunya, putranya malah bertemu ajal. "Rencana mau nikah setelah pulang, tapi malah pulang dalam kondisi sudah tidak ada," katanya.

Saudara kembarnya, Wahyu Pratiwi, mengaku sempat bertanya kabar Prabowo melalui telepon. "Telepon terakhir saat dia hendak pergi bertugas ke Puncak Jaya," kata Pratiwi. Prabowo berpamitan dan mohon didoakan. "Dia minta jangan memberi tahu keluarga," ujarnya berlinang air mata.

Wahyu Prabowo masuk Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat pada 2008. Dia bermarkas di Serang, Banten. Ia sempat bertugas dalam misi pembebasan kapal dagang yang dibajak perompak Somalia beberapa waktu lalu. Prabowo menempati peringkat empat dari sepuluh besar prajurit Kopasus terbaik.

Pagi itu, keluarga mendapat telepon dari seseorang yang mengaku komandan Kopassus. Ia mengucapkan belasungkawa. Selain itu, komandan itu mengabarkan akan segera mengevakuasi jenazah Prabowo.

ARIS ANDRIANTO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.