Gulat PON Papua diharapkan lahirkan wakil Indonesia di SEA Games Hanoi

·Bacaan 1 menit

Ketua Binpres Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Gusti Randa berharap cabang olahraga gulat PON Papua memunculkan pegulat-pegulat juara yang bakal mewakili Indonesia di ajang SEA Games Hanoi yang ditunda ke tahun depan karena pandemi.

"Seharusnya setelah PON Papua ini kita akan melaksanakan SEA Games di Vietnam namun karena ada pandemci covid maka SEA Games Vietnam dibatalkan tahun ini," kata Gusti dalam sambutan pembukaan cabang olahraga gulat PON Papua di GOR Futsal KONI, Merauke, Jumat.

"Tentunya dengan adanya PON di Papua ini keikutsertaan atlet ke SEA Games Vietnam ditentukan oleh para pemenang di PON 2020 ini.

"Para atlet berjuanglah semaksimal mungkin."

Baca juga: Hari pertama gulat PON Papua perebutkan dua medali emas

Seperti diketahui, Indonesia tidak ikut serta dalam pertandingan cabang gulat SEA Games 2019 karena para pegulat nasional tidak diberangkatkan oleh PP PGSI.

Tidak tampilnya tim gulat Indonesia pada SEA Games Manila 2019 jadi preseden buruk. Padahal, cabang olahraga gulat menjadi tambang emas bagi Kontingen Indonesia yang tidak pernah absen di SEA Games.

Hal itu memunculkan kekecewaan yang berbuntut pada tuntutan mundur untuk Gusti Randa sementara PP PGSI dianggap tidak memiliki rencana strategi (Renstra) jangka pendek, menengah dan panjang.

Sebanyak 18 medali emas diperebutkan dalam perhelatan cabang olahraga gulat PON Papua yang akan memainkan nomor gaya bebas dan Greco-Roman di GOR Futsal KONI, Merauke selama sepekan pada 8-14 Oktober.

Baca juga: Gulat Sumbar targetkan dua medali emas di PON Papua
Baca juga: Panduan singkat memahami peraturan dasar gulat di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel