Gunakan Surat Rapid Test Palsu, Penumpang Lion Air ini Gagal Terbang

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Empat calon penumpang maskapai Lion Air (JT O971) tujuan Batam–Medan gagal berangkat Sabtu (19/12/2020) pagi. Mereka kepadatan oleh Petugas Satgas Covid-19 mengunakan surat keterangan rapid test palsu.

Kadis Ops Lanud Hang Nadim Mayor Lek Wardoyo megatakan, empat calon penumpang tersebut terungkap saat petugas Bandara Hang Nadim Batam melakukan pemeriksaan surat keterangan hasil rapid test milik penumpang di terminal keberangkatan.

“Kecurigaan muncul saat petugas memeriksa surat yang ditunjukkan oleh calon penumpang. Penumpang tersebut membawa surat diduga palsu dengan mengatasnamakan RS Graha Hermine Batam,” kata Kadis Ops Lanud Hang Nadim Mayor Lek Wardoyo, melaui saluran telepon selurnya, (19/12/2020).

Lebih lanjut Wardoyo menyebutkan bahwa setelah dikonfirmasi ke RS yang bersangkutan dan datang ke bandara ternyata surat keterangan rapid test tersebut tidak terdaftar di RS Graha Hermine Batam.

Keempat penumpang dijadwalkan akan berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dengan kode penerbangan JT 0971 Batam tujuan Kualanamu Medan.

Akhurnya, Tim Satuan tugas Covid 19 Bandara membatalkan penerbangan keempat calon penumpang tersebut. Atas perbutanya keempat calon penumpang di bawa ke Polsek Batuaji untuk penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini, tim Satgas Bandara sudah memiliki contoh format surat keterangan rapid test yang resmi dikeluarkan oleh klinik maupun rumah sakit yang membuka layanan rapid test, baik KKP maupun Satgas Covid Bandara Hang Nadim dalam hal ini TNI AU dan lainnya, " Kata Wardoyo.

“Saya titip pesan ke semua calon penumpang, ikuti aturan yang berlaku. Jangan coba-coba melanggar aturan protokol kesehatan dari pemerintah di masa pandemi ini,” Kata Wardoyo.

Angkasa Pura II Siapkan Layanan Pre-Order Tes PCR Covid-19 di Bandara

Papan sampel rapid test antigen garis dua menunjukkan reaktif Covid-19 (kanan), sedangkan garis satu non reaktif Covid-19 (kiri) (Liputan6.com / Nefri Inge)
Papan sampel rapid test antigen garis dua menunjukkan reaktif Covid-19 (kanan), sedangkan garis satu non reaktif Covid-19 (kiri) (Liputan6.com / Nefri Inge)

PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan layanan pre-order untuk melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan rapid test antigen Covid-19 di sejumlah bandara yang dikelolanya.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, konsep pre-order ini dibuat agar masyarakat yang mau berpergian dengan pesawat bisa melakukan booking jauh-jauh hari untuk melakukan tes PCR di bandara.

"Konsep pre-order itu adalah orang melakukan pemesanan untuk melakukan tes kesehatan Covid-19 ini bisa dari mana saja, jadi tidak harus datang ke bandara dulu," terangnya dalam sesi bincang virtual, Sabtu (19/12/2020).

Namun demikian, Awaluddin menambahkan, calon penumpang pesawat tetap harus melakukan tes PCR di bandara meski pelaksanaannya bisa dilakukan satu atau dua hari sebelum penerbangan.

"Jadi bisa dilakukan satu hari sebelumnya, dua hari sebelumnya. Kalau sekarang masih terbatas di bandara dulu. Jadi kita belum bekerjasama dengan faskes (fasilitas kesehatan) untuk di luar bandara," ungkapnya.

Menurut dia, sistem pre-order ini dibuat agar tak ada antrean panjang di bandara untuk pendaftaran. Dengan skema pra pemesanan ini, calon penumpang pesawat bisa memesan waktu khusus untuk melakukan tes PCR di bandara.

"Kalau memesan waktu khusus berarti dia datang untuk ada semacam appointment, perjanjian. Ini akhirnya nanti tidak numpuk," kata Awaluddin.

Awaluddin menyampaikan, konsep pre-order tes PCR ini sudah dipersiapkan oleh internal perusahaan. Dia pun berharap pelaksanaannya bisa diimplementasikan secepatnya.

"Jadi kami akan lakukan itu secara serius. Mudah-mudahan segera, dan akan menjadi momentum basis-basis layanan yang memang sebelumnya tidak ada," pungkas Awaluddin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: