Guncang Bulutangkis Dunia, Jenderal TNI Nyebur ke Kolam Hotel Mewah

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 3 menit

VIVA – Ternyata militer Nusantara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak cuma bisa latihan, perang dan menjaga keamanan negara saja. Tapi banyak sekali prestasi-prestasi yang ditorehkan prajurit TNI. Malahan prestasi yang diraih mendunia.

Salah satu contohnya ialah prestasi luar biasa yang pernah ditorehkan Letnan Jenderal TNI Soerjadi. Semasa hidupnya, mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro ini pernah membuat guncang bulutangkis dunia karena berhasil membawa atlet Indonesia, menjadi raksasa-raksasa bulutangkis sejagat.

Jenderal TNI kelahiran Tuban, Jawa Timur, 2 Februari 1942, itu membawa bulutangkis Indonesia menjadi negara yang paling disegani ketika dipercaya menggantikan Panglima TNI, Jenderal Try Sutrisno untuk menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) pada tahun 1993.

Berdasarkan catatan VIVA Militer, Selasa 23 Maret 2021, di tangan Letjen TNI Soerjadi PBSI menjelma sebagai organisasi olahraga paling bersinar dari cabang olahraga lainnya di tanah air.

Bagaimana tidak, di tahun pertama memimpin PBSI saja, Letjen TNI Soerjadi berhasil mempersembahkan gelar Juara Dunia Bulutangkis bagi rakyat Indonesia. Tak tanggung-tanggung, jenderal TNI yang memulai karier militer di infanteri TNI Angkatan Darat itu langsung memborong tiga medali emas dari arena Kejuaraan Dunia di Birmingham, Inggris 1993.

Tiga medali emas alias gelar Juara Dunia itu didapatkan dari sektor tunggal putra melalui Joko Suprianto; tunggal putri melalui tangan Susi Susanti; dan sektor ganda putra melalui Ricky Subagja/Rudy Gunawan.

Dan hebatnya lagi, dua tahun berselang tepat di tahun 1995, Letjen TNI Soedirja kembali memboyong dua medali emas dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Ketika itu dua gelar juara dunia dibawa pulang Hariyanto Arbie dari sektor tunggal putra dan Ricky Subagja dengan duet anyarnya Rexy Mainaky. Padahal ketika itu beliau masih menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD (KSAD)

Itu belum seberapa, karena memang prajurit TNI berwajah teduh itu secara tak terduga mencetak sejarah baru bagi bulutangkis Indonesia. Letjen TNI Soerjadi berhasil mengawinkan dua gelar juara kejuaraan dunia beregu putra dan putri dari ajang Piala Thomas dan Uber.

Letjen TNI Soerjadi berhasil mengawinkan Piala Thomas dan Piala Uber di hadapan publik Indonesia di Istora, Senayan, Jakarta pada tahun 1994. Saking senangnya, ketika itu beliau nekat menceburkan diri ke kolam renang hotel mewah bersama pebulutangkis putra yang merebut Piala Thomas.

Yang tak disangka-sangka, ternyata di kejuaraan Thomas dan Uber 1996, Letjen TNI Soerjadi kembali berhasil mengawinkan kedua piala itu di Hong Kong. Jadi kala itu Letjen TNI Soerjadi berhasil mengawinkan gelar Piala Thomas dan Piala Uber dua kali secara beruntun.

Selain gelar-gelar itu, Letjen TNI Soerjadi juga mempersembahkan gelar juara turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England Open.

Tak cuma itu saja, setahun jelang melepas jabatan Ketum PBSI, Letjen TNI Soerjadi mempersembahkan medali emas dari ajang olahraga kasta tertinggi dunia, di Olimpiade Atlanta 1996. Saat itu, Letjen TNI Soerjadi merebut satu medali emas dari sektor ganda putra melalui Ricky/Rexy.

Selain itu, timnas bulutangkis RI juga merebut medali perak tunggal putri melalui Mia Audina. Dan dua medali perunggu melalui Susi Susanti dan ganda putra Antonius Ariantho/Denny Kantono.

Selepas menjabat Ketum PBSI, Letjen TNI Soerjadi kembali mengabadikan diri untuk TNI AD. Namun, bukan sebagai prajurit TNI aktif. Beliau menukangi organisasi para purnawirawan TNI AD bernama Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) sebagai Ketua Umum.

Kini beliau telah tiada, almarhum Letjen TNI Soerjadi meninggal dunia dalam perawatan di RS Abdi Waluyo, Jakarta Timur pada 7 Desember 2016.

Baca: 18 Bulan Kapten TNI Tatang Dibawa Pasukan Setan ke Negeri Mencekam