Gunung Emas di Kongo Diserbu Para Penambang

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belum lama ini media sosial, twitter dihebohkan dengan video ratusan orang menggali emas di sebuah gunung di Kongo. Dalam video berdurasi 28 detik itu memperlihatkan sejumlah pria menggali lubang dan orang lainnya membantunya menggunakan tangan untuk menemukan emas di gunung tersebut.

Tidak hanya itu saja, dalam video lainnya para warga yang datang itu terlihat membersihkan emas dari endapan tanah. Video mengenai gunung emas di Kongo pertama kali diunggah oleh wartawan lepas, Ahamd Algobary di akun Twitternya.

"Sebuah video dari Republik Kongo mendokumentasikan kejutan terbesar bagi beberapa penduduk desa di negara ini, ketika seluruh gunung yang dipenuhi dengan emas ditemukan! Mereka menggali tanah di dalam endapan emas dan membawanya ke rumah mereka untuk membersihkan kotoran & mengekstraksi emasnya," tulis dia.

Usut punya usut, gunung yang telah menarik ribuan orang datang itu berada di sebuah desa di provinsi Kivu Selatan Kongo.

Dari laporan, News18 penemuan bijih emas di Luhihi ini terjadi pada akhir Februari lalu. Penemuan ini membuat warga akhirnya berbondong-bondong melakukan penggalian ke lokasi itu untuk menemukan emas, lapor Pertambangan Kivu Selatan Venant Burume Muhigirwa.

Ramainya orang-orang yang membuat pihak berwenang melakukan pelarangan penambangan di sana sampai lebih banyak pengawasan ditetapkan, kata menteri pertambangan provinsi pada hari Kamis.

Penambangan subsisten (mengekstraksi mineral dengan peralatan yang belum sempurna) adalah hal yang umum di seluruh Republik Demokratik Kongo, dan penambangan emas 'artisanal' tersebar luas di bagian timur dan timur laut negara penghasil emas.

Penambang, pedagang dan anggota angkatan bersenjata Kongo (FARDC) diminta untuk meninggalkan lokasi tambang di dalam dan sekitar Luhihi serta semua kegiatan penambangan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut, sebuah keputusan tertanggal pada hari Senin dan dikonfirmasi oleh Muhigirwa, kata.

Muhigirwa mengatakan penangguhan penambangan akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi penambang dan memastikan mereka terdaftar dengan benar di regulator pertambangan artisanal.

"Ketertiban harus ditegakkan kembali dalam kegiatan pertambangan di Luhihi tidak hanya untuk melindungi kehidupan tetapi juga untuk memastikan ketertelusuran emas yang diproduksi sesuai dengan hukum Kongo," kata keputusan itu.

Penangguhan penambangan ini perlu dilakukan mengingat, produksi emas di Kongo secara sistematis tidak dilaporkan dan berton-ton logam mulia diselundupkan ke rantai pasokan global melalui tetangga timurnya, Kelompok Ahli PBB untuk Kongo melaporkan tahun lalu.