Gunung Gambar Gunungkidul Jadi Wisata Spiritual  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Gunungkidul menjadikan kawasan Gunung Gambar di Kecamatan Ngawen sebagai obyek wisata spiritual baru. Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, Hari Sukmono, kepada Tempo, menuturkan, pengembangan kawasan itu difokuskan untuk menghidupkan bekas petilasan Pangeran Mangkunegara atau Pangeran Sambernyowo.

”Jadi konsepnya menyerupai wisata ziarah, seperti di Kudus dan Pati,” kata dia seusai rapat pembuatan masterplan kawasan wisata itu dengan pemerintah DIY, Kamis, 4 April 2013.

Meski telah dibuka menjadi destinasi wisata sejak lama, pengembangan Gunung Gambar kurang maksimal karena belum diberi sarana pendukung. Gunungkidul kini sedang menyusun masterplan atau rencana induk dan detailed engineering design.

Nantinya, kawasan itu akan diberi sejumlah pelengkap, seperti pendopo di kompleks petilasan dan juga sarana pndukung lain yang berfungsi menggerakkan potensi lokal. Untuk itu, pemerintah akan menggunakan dana sharing antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pusat.

Pemerintah DIY tahun ini akan mengucurkan dana Rp 190 juta untuk rehabilitasi tangga berundak menuju petilasan. Setelah itu, pada 2014, pemerintah DIY akan mengalokasikan Rp 4 miliar untuk penataan Gunung Gambar agar lebih kompleks, seperti parkir, pagar pengaman, pendopo, dan gardu pandang.

Dari penataan utama itu, pemerintah Gunungkidul menyiapkan kawasan penyangga sebagai penggerak perekonomian lokal. Selain membentuk kelompok pengelola wisata, juga menyediakan sentra cendera mata di sekitar, seperti batik dan kerajinan akar wangi.

Untuk mengembangkan kawasan itu, pemerintah DIY telah berkoordinasi dengan Keraton Mangkunegaran, Surakarta, sejak Februari lalu.

Anggota DPRD DIY, Agus Mulyono, menuturkan, pembangunan kawasan spiritual di Gunungkidul akan menjadi magnet baru di tengah primadona Gunungkidul yang sedang naik dengan wisata guanya. »Ini akan memberi pilihan lebih banyak bagi wisatawan. Ini juga akan menarik investor untuk membantu kawasan lain,” kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.