Gunung Kerinci dan Marapi Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas 3 KM dari Puncak

Merdeka.com - Merdeka.com - Selain Gunung Marapi yang terus menerus mengalami erupsi lanjutan sejak Sabtu (7/1) kemarin. Kini Gunung Kerinci pada Kamis (12/1) sore juga kembali mengalami erupsi lanjutan.

Tepatnya pada pukul 18.10 WIB dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter dari puncak dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

"Saat ini status Gunung Kerinci berada pada tingkat waspada level II," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Kerinci, Irwan Safwan saat dihubungi merdeka.com melalui pesan WhatsApp.

Irwan mengatakan, hingga kini masyarakat di sekitar Gunung kerinci dan pengunjung ataupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekat ke puncak pada radius 3 km.

Serta menyarankan jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki letusan letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

Sebelumnya Gunung Api tertinggi di Pulau Sumatera ini juga erupsi pada Rabu, 11 Januari 2023 pukul 05:46 WIB dengan Tinggi kolom letusan teramati 900 meter di atas puncak. Gunung Kerinci merupakan gunung yang berada pada perbatasan Kabupaten Kerinci, Jambi dan Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Sebagaimana diberitakan merdeka.com sebelumnya, Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) terus mengalami erupsi. Gunung itu kembali memuntahkan abu vulkanis setinggi 1.000 meter dari puncak, tertinggi sejak erupsi pertama pada Sabtu (7/1).

Hingga kini, gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dengan ketinggian 2.891 mdpl bersatus waspada level II. Dan masyarakat wisatawan ataupun pengunjung tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius 3 km dari kawah atau puncak.

Pos Pengamatan Gunung Marapi merinci erupsi pertama terjadi pada Sabtu (7/1) dengan jumlah 15 kali erupsi, Minggu (8/1) sebanyak 27 kali dan Senin (9/1) sebanyak 35 kali, Selasa (10/1) sebanyak 34 kali, dan Rabu (11/1) sebanyak 23 kali. [gil]