Gunung Lokon Diprediksi Membentuk Kubah Lava

Manado (ANTARA) - Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diprediksi sementara membentuk kubah lava di kawah Tompaluan dengan diindikasikan semakin sedikitnya asap kawah yang diembuskan ke permukaan.

"Sejak Rabu (21/9) asap kawah semakin sedikit yang muncul ke permukaan," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Sulut, Kamis.

Menurut Farid ada dua kemungkinan mengakibatkan asap kawah yang keluar sangat tipis dibanding beberapa hari lalu tampak tebal dengan ketinggian sekitar 350 meter.

Kemungkinan pertama menurutnya adalah membentuk sumbat lava di dasar kawah. Sedangkan kemungkinan kedua, kubah lava mulai terbentuk sedikit demi sedikit naik dari dasar kawah.

"Ini mungkin mengakibatkan gas yang bisa berberbentuk asap dari dalam kawah sedikit terhalang menuju permukaan kawah," imbuhnya.

Kemungkinan terjadinya kubah lava atau sumbat lava menurut dia bisa tergambar dari tremor yang terus terekam tanpa henti dengan amplitudo fluktuatif.

Karena itu dikatakan Farid yang harus dilakukan adalah melakukan observasi lapangan untuk memastikan kedua kemungkinan tersebut.

Observasi ini penting untuk mengevaluasi apakah Gunung Lokon aktivitasnya sudah mulai menurun atau tidak.

"Kalau terbentuk sumbat lava ataupun kubah lava berarti akan butuh energi yang cukup untuk membongkar sumbat lava atau kubah lava tersebut," katanya.

Artinya ini butuh waktu dan energi yang besar, tapi tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi letusan besar, tambahnya.

Dicontohkan Farid, sebelum terjadi letusan hebat 24 Oktober 1991, sejak 1986 terjadi pengumpulan energi dan penumpukan material sehingga membentuk kubah lava di dasar kawah.

"Karena itulah dalam waktu dekat ini akan melakukan observasi ke kawah dengan beberapa pertimbangan, bila kegempaannya berkurang itu memungkinkan melakukan observasi," katanya.

Sedikitnya sudah tiga kali kami naik ke kawah pascaletusan 18 Agustus 2011, kata Farid.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.