Gunung Lokon Meletus, Warga Diminta Tenang  

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengumumkan letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa 24 April 2012. Letusan tersebut terjadi pada pukul 10.25 WIB.

»Tinggi letusan masih belum diketahui karena tertutup awan,” kata juru bicara BNPB, Sutopo Puryo, saat dihubungi pada Selasa, 24 April 2012. Ia mengatakan getaran akibat letusan itu mencapai 5 kilometer dari Tompuloan.

Saat ini, kata dia, Gunung Lokon masih berpotensi ada erupsi (letusan) susulan, sehingga dalam radius 2,5 kilometer dari puncak gunung dilarang ada aktivitas. Berdasarkan data BNPB, hingga radius 2,5 kilometer dari gunung memang tidak ada permukiman

»Gunung Lokon masih ditetapkan berstatus siaga level III dan belum perlu dinaikkan statusnya,” kata dia. Hingga kini BNPB belum merasa perlu mengungsikan masyarakat di sekitar Gunung Lokon.

Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap tenang serta terus meningkatkan kesiapsiagaan. Ia mengatakan TRC BNPB sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan kepada BPBD Sulawesi Utara dan BPBD Kota Tomohon.

Gunung Lokon berada di dekat Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. Gunung ini memiliki ketinggian 1.580 m. Puncak gunung Lokon berjarak sekitar 5.300 meter di sebelah barat laut dari Kota Tomohon dan sekitar 6.700 meter di sebelah barat daya dari kota Kecamatan Pineleng. Dari Ibu Kota Provinsi Manado jaraknya hanya sekitar 20 kilometer di barat daya kota.

Sebelumnya Gunung Lokon pernah meletus pada 1951, 1991, 2001, dan 2011. Pada letusan 2011 lebih dari 10 ribu warga di beberapa desa, di antaranya Kinillow, Tinoor, dan Kakaskasen, mengungsi ke Tomohon atau Manado.

RAFIKA AULIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.