Gunung Merbabu Jalur Thekelan Dibuka 5 Oktober 2021, Pendaki Wajib Sudah Divaksin

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setelah begitu dinanti, wisata Gunung Merbabu siap membuka pintu bagi para wisatawan dan pendaki. Jalur Pendakian Thekelan Gunung Merbabu akan dibuka kembali pada Selasa, 5 Oktober 2021, dengan penerapan protokol kesehatan.

Pembukaan Gunung Merbabu tertuang dalam surat pengumuman yang dirilis Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pada 28 September 2021. Surat tersebut menyatakan dibuka kembali seluruh obyek wisata pendakian dan non-pendakian (kecuali Obyek Wisata Kalipasang) di wilayah Kabupaten Semarang.

Keputusan ini merujuk pada Instruksi Bupati Semarang Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Desease 2019 di Kabupaten Semarang dan Surat Kepala Dinas Pariwisata Semarang Nomor: 556.1/0934 Tanggal 21 September 2021. Surat itu perihal reaktivasi jalur pendakian Gunung Merbabu wilayah Kabupaten Semarang.

Disampaikan pula para pengunjung obyek wisata pendakian mendaftar melalui mekanisme booking online. Pengunjung dapat mengakses laman tngunungmerbabu.org pada menu pendaftaran online.

Poin selanjutnya, seluruh pengunjung obyek wisata pendakian dan non-pendakian wajib mematuhi tata tertib kegiatan wisata dan memerhatikan situasi dan kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca tak memungkinkan, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merbabu akan mengevaluasi dan mengambil kebijakan lebih lanjut.

Salah satu penerapan protokol kesehatan untuk pendakian Gunung Merbabu adalah pembatasan kunjungan. Sesuai Instruksi Bupati untuk saat ini dibatasi 25 persen dari maksimal kuota.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Wajib Vaksinasi Lengkap

Pendaki berjalan melewati padang sabana dan edelweiss saat mendaki Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Libur Imlek dimanfaatkan warga Jawa Tengah dan Jabotabek untuk mendaki Gunung Merbabu. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pendaki berjalan melewati padang sabana dan edelweiss saat mendaki Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Libur Imlek dimanfaatkan warga Jawa Tengah dan Jabotabek untuk mendaki Gunung Merbabu. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Saat booking online, pendaki harus mematuhi beberapa persyaratan sebelum mendaki Gunung Merbabu. Salah satunya, pendaki harus menyanggupi untuk membawa barang wajib dan akan dicek di pintu masuk.

Barang-barang tersebut meliputi jaket, sleeping bag (menginap), nesting (menginap), kompor (menginap), matras (menginap), tenda (menginap), jas hujan, sepatu tracking atau sepatu gunung, dan tumbler atau jerigen. Selain itu, pendaki juga harus sudah menjalani dua kali vaksinasi dengan menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi.

Syarat selanjutnya, wajib membawa masker minimal tiga per orang dan hand sanitizer. Bagi calon pendaki di bawah usia 15 tahun, wajib melampirkan surat pernyataan dari orang tua dengan tanda tangan di atas materai 10 ribu.

Pada bagian bawah terdapat persetujuan menaati peraturan Taman Nasional Gunung Merbabu. Calon pendaki harus ceklis pernyataan "Saya sanggup mengikuti dan mematuhi semua peraturan yang diterapkan di TNGMb, dan akan bertanggungjawab serta menerima sanksi apabila melanggar peraturan".

Panduan Booking Online

Pemandangan Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Gunung dengan tinggi 3145 mdpl ini dapat ditempuh dengan waktu 7 - 8 jam berjalan kaki. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pemandangan Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Gunung dengan tinggi 3145 mdpl ini dapat ditempuh dengan waktu 7 - 8 jam berjalan kaki. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Panduan booking online jalur pendakian Gunung Merbabu dengan mengakses bookingpendakianmerbabu.com. Pastikan kuota masih ada pada Menu Cek Kuota, dan tentukan jalur pendakian Anda.

Lalu, masuk menu Destinasi Wisata dan pilih destinasi sesuai dengan jalur pendakian Anda, kemudian pilih "Booking Sekarang". Setujui persyaratan pendakian, membawa barang-barang yang ditentukan, serta bersedia menaati peraturan yang ada pada Taman Nasional Gunung Merbabu, kemudian klik "Daftar".

Dilanjurkan dengan pilih tanggal pendakian dengan kuota yang masih tersedia. Calon pendaki kemudian dapat mengisi formulir pendakian dengan data yang sesuai dan pastikan data sesuai dan valid.

Setelah data sesuai, klik tombol "Hitung Biaya Tiket" untuk menampilkan biaya yang perlu di bayarkan nantinya pada basecamp pendakian dan informasi tambahan bagi calon pendaki.Jika sudah sesuai, klik "Kirim Booking", lalu calon pendaki akan mendapatkan bukti booking melalui Email, mohon bukti ini disimpan dan ditunjukan pada petugas jalur pendakian saat hari pendakian.

Ketika memulai pendakian, calon pendaki dapat menunjukkan bukti booking ke petugas jalur pendakian untuk dilakukan Scan QR Code dan validasi data, lalu membayar biaya masuk ke petugas jalur pendakian. Petugas lalu akan mengecek barang bawaan pendaki, sebelum mempersilakan melanjutkan perjalanan.

Setiap pendaki wajib memastikan barang bawaan dan membawa sampah mereka turun. Setelah sampai pada pintu jalur pendakian, tunjukan bukti booking untuk dilakukan scan QR Code untuk pengecekan data anggota rombongan. Petugas akan sekali lagi mengecek barang bawaan pendaki, sebelum dipersilakan pulang.

Infografis Rentetan Awan Panas dan Lava Pijar Gunung Merapi

Infografis Rentetan Awan Panas dan Lava Pijar Gunung Merapi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Rentetan Awan Panas dan Lava Pijar Gunung Merapi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel