Gunung Rokatenda Meletus Lagi

Ende, Flores (ANTARA) - Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (2/2) pukul 23.36 WITA dilaporkan meletus lagi dan menyebarkan abu vulkanik ke sebagian besar wilayah di Pulau Flores.

Pemantau Gunung Api Iya dan Rokatenda yang berpusat di Ropa, Kabupaten Ende, Flores Towa Tiba Petrus yang dikonfirmasi, Minggu, mengakui bahwa letusan Gunung Api itu menyemburkan abu vulkanik antara 3.000--4.000 meter dari permukaan laut.

Abu vulkanik tersebut tersebar ke sebagian besar wilayah di Pulau Flores, mulai dari Ende, Flores bagian tengah hinggga Kabupaten Nagekeo dan Ngada.

Di Ropa, pusat kegiatan pemantauan Gunung Iya dan Rokatenda kata Petrus, abu vulkanik mencapai ketebalan 1 mm.

Letusan disertai bunyi dentuman dan suara gemuruh terdengar dari pos pengamatan, tampak semburan lava pijar, katanya menjelaskan.

Peningkatan aktivitas Gunung Api Rokatenda pertama terlihat sejak Januari 2012 yang ditandai dengan meningkatnya seismisitas gempa vulkanik.

Sejak 9 Januari 2012 pukul 21.00 WITA, status Gunung Api Rokatenda dinaikkan dari normal ke waspada (level II), dan pada tanggal 13 Oktober 2012 pukul 17.00 WITA status Gunung Api Rokatenda dinaikkan menjadi Siaga (level III).

Dia mengatakan, Gunung Api Rokatenda sempat meletus pada tanggal 8 Oktober 2012 pukul 19.46 WITA. Letusan itu disertai suara dentuman dan sinar api serta lontaran material pijar yang menyebabkan kebakaran semak belukar di sekitar kawah.

Gunung Rokatenda atau juga disebut Gunung Paluweh adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Pulau Palue, sebelah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Gunung yang bertipe strato itu merupakan lokasi tertinggi di Pulau Palue dengan ketinggian 875 meter. Gunung ini secara geografis terletak di koordinat 121" 42` bujur timur dan 8" 19` lintang selatan.

Letusan terhebat terjadi pada 4 Agustus--25 September 1928, yang sebagian besar terjadi karena tsunami menyusul gempa vulkanik. Penduduk Palu`e saat itu sebanyak 266 jiwa.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 23 Maret 1985 dengan hembusan abu mencapai 2 km dan lontaran material lebih kurang 300 meter di atas puncak.

Setelah 20 sekitar (1985--2005) pada tanggal 16 Januari 2005, Rokatenda kembali menunjukkan aktivitasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.