Gunung Semeru Erupsi, Asap Setinggi Satu Kilometer

Merdeka.com - Merdeka.com - Status Gunung Semeru masih level III atau status siaga dengan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Pantauan CCTV di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Probojiwo, Kabupaten Lumajang pada Jum’at (13/1), teramati Gunung setinggi 3676 mdpl itu mengalami letusan disertai asap tebal mengepul.

Berdasarkan laporan Pos Pantau Gunung Semeru, letusan teramati sebanyak empat kali dengan tinggi asap hingga mencapai satu kilometer dengan warna putih kelabu. Asap tersebut bergerak condong mengarah ke utara dan barat daya.

Guguran juga teramati sebanyak 3 kali dengan jarak luncur sejauh 800 meter ke arah besuk kobokan.

Selain itu, pos pantau juga mencatat terjadi 19 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo maksimal 22 mm, dan lama gempa 55-110 detik. Gempa guguran juga terjadi 1 kali dengan amplitudo 4 mm dengan durasi 60 detik.

Atas peningkatan aktivitas itu, warga diminta untuk tetap waspada dan mematuhi imbauan pihak BPBD Lumajang.

“Kami harapkan masyarakat tetap waspada dan berhati-hati jangan panik tetap boleh beraktifitas dengan catatan tetap siaga dan waspada,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik (PKL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo pada Jum’at (13/1).

Ia menambahkan sejauh ini tidak ada dampak yang terjadi akibat letusan tersebut.

“Kita langsung menurunkan rekan-rekan TRC untuk memantau situasi dan wilayah masing-masing sekaligus untuk memantau dampak dan untuk sementara ini tidak ada dampak,” ujarnya.

Selain itu, warga juga diminta agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah jonggring saloko mengingat saat ini kondisi masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. [fik]