Gunung Sinabung 8 Kali Erupsi, Warga Waswas Dengar Suara Gemuruh

Fikri Halim, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang tercatat 8 kali erupsi pada Jumat, 2 April 2021. Kejadian itu sempat membuat warga yang berjarak sekitar 20 kilometer dari gunung berapi itu panik. Karena, terdengar suara gemuruh.

“Erupsi Gunung Sinabung pada tanggal 2 April pukul 23.00 WIB tadi malam. Warga ketakutan mendengar gemuruh erupsi Gunung Sinabung," sebut Relawan Erupsi Sinabung, Pelin Depari kepada wartawan, Sabtu 3 April 2021.

Namun begitu, Pelin selaku relawan memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak cemas dan khawatir. Namun, tetap waspada bila terjadi erupsi Gunung Sinabung.

“Mereka sangat waswas dan cemas karena suaranya tidak tahan untuk didengar di jantung. Jantungnya berdetuk-detuk seperti gunung Sinabung,” tutur Pelin.

Setelah itu, Pelin mengungkapkan Gunung Sinabung mengeluarkan lava pijar dari ujung puncak gunung, pada Sabtu dini hari, 3 April 2021. Lava berwarna merah itu, turun ke arah desa Suka Meriah, Semacem, dan Bekerah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

“Jam 2 malam tadi buat mencekam hati dan jantungan. Tidak bisa tenang karena gemuruh erupsi dan guguran magma yang turun ke Desa Suka Meriah, Semacem, Bekerah menakutkan bagi masyarakat yang mendengar gemuruh erupsi Gunung Sinabung,” jelas Pelin.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sinabung sudah 8 kali erupsi, Jumat 2 April 2021. Aktivitas erupsi mengeluarkan asap berwarna kelabu dengan arah angin mengarah ke sektor Timur-Tenggara.

“Pada tanggal 2 April 2021 terjadi 8 kali erupsi gunung sinabung dengan tinggi kolom yang teramatai 500 sampai 1.000 meter," ungkap Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra.

Armen mengatakan, aktivitas vulkanik tersebut, disertai dengan guguran awan panas awan panas sejauh 1.500 meter ke sektor Timur-Tenggara. Untuk saat ini, cuaca cerah dan teramati.

“Arah angin masih mengarah timur dan tenggara. Arah abu masih mengarah timur dan tenggara,” kata Armen.