Gunung Taal hancurkan perkebunan nanas Filipina

Tagaytay, Filipina (Reuters) - Petani Jack Imperial menyaksikan pemandangan menyedihkan setelah abu yang dimuntahkan oleh gunung berapi di Filipina mengubah ladang nanasnya yang menghijau menjadi abu-abu gelap yang kotor.

Imperial mengatakan peluangnya untuk menyelamatkan hasil panen dari lahan seluas 1 hektar (2,5 acre) itu kecil dan, dalam hal apa pun, tidak ada seorang pun yang dapat menjualnya kepada para wisatawan yang menghindari wilayah Tagaytay, di pulau terbesar Luzon, yang terletak 32 km (20 mil) dari gunung berapi Taal itu.

"Kami hanya harus menerima bahwa kami akan mengalami kerugian," kata Imperial, 49, yang belum pernah melihat pemandangan seperti itu dalam 17 tahun bertani. "Bahkan jika kita bisa memanen nanas, tetapi pelanggan takut datang karena letusan, nanas hanya akan membusuk."

Dampak gunung berapi pada ekonomi nasional senilai $ 330 miliar mungkin tidak besar, meskipun penerbangan dibatalkan dan satu hari kerja hilang karena hujan lebat di ibukota Manila, 70 km (45 mil) jauhnya, pada Minggu.

Tetapi bagi beberapa petani yang menanam nanas, pisang dan kopi di dekatnya itu adalah bencana.

Seraya menyikat abu dari buah, Imperial mengatakan dia takut abu panas itu merusak tanamannya dan membuatnya tidak bisa dimakan. Dia biasa menjual nanasnya, dalam irisan, potongan dan jus, di warung kecil yang sering dikunjungi wisatawan di samping rumahnya.

Tetapi para turis telah menghilang dan puluhan ribu orang telah dievakuasi dari zona bahaya di sekitar Taal.

Level siaga untuk gunung berapi itu berada pada tingkat 4 dari lima skalapada Rabu, yang menunjukkan bahwa ada peluang "letusan besar".

Hujan abu vulkanik telah menyebabkan sekitar 578 juta peso (lebih dari $ 11 juta) kerusakan tanaman sejauh ini, menurut otoritas pertanian.

Taal telah meletus lebih dari 30 kali dalam lima abad terakhir, dengan letusan paling mematikan menewaskan lebih dari 1.300 orang pada tahun 1911. Letusan pada 1754 berlangsung selama berbulan-bulan. Letusan terakhir adalah pada tahun 1977.

Filipina terletak di kawasan "Cincin Api", sabuk gunung berapi yang mengelilingi Samudra Pasifik yang juga rentan terhadap gempa bumi.