Gunung Tertinggi di Swedia Menyusut Dua Meter Akibat Perubahan Iklim

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kebnekaise - Universitas Stockholm melaporkan gletser puncak gunung tertinggi di Swedia mengalami penyusutan hingga dua meter pada tahun lalu. Hal ini dipicu dari meningkatnya suhu udara akibat perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Pada tahun 2019, puncak selatan di gunung Kebnekaise turun posisi menjadi kedua dalam daftar pegunungan Swedia, usai sepertiga gletsernya mencair. Sehingga membuat posisi puncak utara Kebnekaise menjadi yang tertinggi di negara Nordik.

"Pada 14 Agustus, puncak selatan Kebnekaise diukur pada 2.094,6 meter (6.912 kaki) di atas permukaan laut oleh para peneliti dari stasiun penelitian Tarfala. Ini adalah ketinggian terendah yang pernah diukur sejak pengukuran dimulai pada 1940-an," jelas Universitas Stockholm di Swedia dinukil dari The Guardian pada Rabu (25/08/2021).

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Suhu Udara Meningkat

Ilustrasi perubahan iklim (climate change)
Ilustrasi perubahan iklim (climate change)

Penyusutan puncak dan perubahan area jalan berkelok terjadi akibat kenaikan suhu udara dan perubahan kondisi angin yang mempengaruhi tempat akumulasi salju di musim dingin.

Dikutip dari laporan PBB baru-baru ini mengatakan bahwa perubahan tersebut mencerminkan pemanasan iklim di Swedia yang berlangsung lama. Berkaitan dengan pemanasan global telah menyebabkan pencairan gletser yang cukup signifikan.

Puncak selatan Kebnekaise dahulu berukuran setinggi 2.118 meter pada pertengahan 1990-an.

Gunung Kebnekaise terletak sekitar 150 km (90 mil) utara Lingkaran Arktik di jajaran Pegunungan Skandinavia yang membentang di sebagian besar Norwegia utara dan Swedia, dan merupakan bagian situs warisan dunia dalam The Laponia World Heritage Site.

Reporter: Bunga Ruth

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel