Guru Berperan Penting untuk Sosialisasi 4 Pilar

Bayu Nugraha, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Anggota MPR RI dari Fraksi Gerindra, Iis Edhy Prabowo menilai peran guru sangat penting dan sentral untuk membentuk kepribadian generasi penerus bangsa. Menurut Iis, pelibatan guru dalam program MPR harus terus dilakukan, terutama pada sosialisasi 4 Pilar.

Sebab salah satu fungsi utama MPR, mensosialisasikan ke tengah-tengah masyarakat tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika.

"Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini sangat efektif dengan melibatkan para guru, karena guru lah yang setiap hari mendidik dan mentransformasi pengetahuan dan kepribadian kepada anak didik," kata Iis saat menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bekerjasama dengan PGRI di Kabupaten Bandung dalam keterangannya, Minggu 15 November 2020.

Iis tidak sendiri. Ia datang bersama koleganya di parlemen yakni Sofyan Tan dan Siti Mukaromah. Hadir pula, 530 perwakilan guru, Ketua PGRI Jawa Barat, Dede Amara. Sosialisasi ini sekaligus diskusi mendalam terkait dunia pendidikan, dan saling berbagi cerita dengan harapan kualitas guru makin meningkat ke depannya

"Hari ini luar biasa karena kita bersama dengan narasumber yang kompeten dan pesertanya adalah para guru yang hebat, yang menjadi ujung tombak dari penanaman karakter kepada generasi bangsa. Maka jangan sampai kita sia-siakan kegiatan ini dan hal ini harus berdampak di lingkungan kita masing-masing terutama sekolah tempat Bapak, Ibu mengajar," tutur Iis.

Iis berharap, para guru terus menempatkan 4 Pilar MPR sebagai landasan mendidik anak murid. Di samping mengejar mutu pendidikan formal, diperlukan juga mendidik anak-anak sesuai dengan jati diri bangsa.

"Maka jangan sampai kita sia-siakan kegiatan ini dan hal ini harus berdampak di lingkungan kita masing-masing terutama sekolah tempat Bapak, Ibu mengajar," ucapnya.

Pada kesempatan itu, salah satu pengajar bernama Siti Sa’ariah Kamila, guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung, yang memulai memperkenalkan Studysaster; model pembelajaran berlandaskan kerjasama sinergis untuk menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Satgas COVID-19: Simpatisan Habib Rizieq Abai Protokol Kesehatan