Guru Besar FKUI Hadiarto Mangunnegoro Meninggal Akibat COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Hadiarto Mangunnegoro meninggal dunia akibat COVID-19 pada Kamis, 31 Desember 2020. Hadiarto mengembuskan napas terakhirnya pada usia 78 tahun di RS Persahabatan, Jakarta Timur pukul 05.15 WIB.

Kabar wafatnya Hadiarto, yang juga merupakan dokter spesialis paru konsultan ini diunggah Kedokteran Paru dan Respirologi. Akun Twitter Lapor COVID-19 juga mengunggah informasi meninggal Hadiarto.

Ucapan duka cita meninggalnya Hadiarto turut diunggah di laman resmi RS Persahabatan. Bahwa segenap jajaran direksi RS Persahabatan ikut berduka cita.

Dewan pengawas, jajaran direksi dan Civitas Hospitalia RSUP Persahabatan turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Dr. Hadiarto Mangunnegoro, SpP(K), FCCP(18 Juli 1942-31 Desember 2020)

Semoga diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT serta diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Amiinn

Berdasarkan data pada nakes.laporcovid19.org hingga Kamis, 31 Desember 2020, sudah ada 514 tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat COVID-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Hadiarto Mangunnegoro Pernah Pendidikan di Jepang dan Karya Ilmiah

Ilustrasi dokter. (dok. unsplash/@ashkfor121)
Ilustrasi dokter. (dok. unsplash/@ashkfor121)

Menurut informasi dari laman Universitas Indonesia, Hadiarto Mangunnegoro adalah seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Ilmiah dan Penelitian Pengurus Pusat PDPI.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUP Persahabatan, President of the 14th Asia Pacific Congress on Diseases of the Chest (APCDC) tahun 1996.

Hadiarto lahir di Cianjur, 18 Juli 1942. Alumnus SMA Negeri III Jakarta tahun 1960 ini melanjutkan studinya ke FKUI Pendidikan Dokter Paru Bagian Pulmonologi tahun 1971. Ia mendapat Surat Tanda Keahlian Dokter Paru pada 7 Januari 1971.

Semasa hidup, Hadiarto pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bronkoskopi, Research Institute of Tuberculosis, Japan Anti Tuberculosis Association, Tokyo, Jepang.

Beliau juga menghasilkan Karya-karya ilmiah berupa buku sejumlah 5 buah, karya ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan sebagi penulis utama sejumlah 12 buah.

Selanjutnya, karya ilmiah lain yang dipublikasikan sebagai penulis utama sejumlah 16 buah, karya ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan sebagai penulis pembantu sejumlah 29 buah.

Lalu, ada makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tingkat nasional sejumlah 121 buah, dan makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tingkat internasional 24 buah.

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: