Guru dan Kepala Sekolah Menyelamatkan Kehidupan Nenek Berkat Sekolah Virtual di Rumah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Di tengah pandemi COVID-19, Julia Koch memulai tahun keduanya sebagai guru kelas satu di kelas virtual di Edgewood Elementary School di Muskegon Heights, Michigan.

Suatu sore di bulan September beberapa minggu setelah tahun ajaran sekolah, dia menerima telepon dari Cynthia Phillips, yang mengalami masalah teknis dengan alat cucunya untuk pembelajaran online.

Melansir rd.com, Koch segera tahu ada yang tidak beres dengan Phillips. Sebelumnya, mereka cukup sering berbicara, tetapi kali ini Koch belum pernah mendengar suara nenek seperti ini. Kata-katanya begitu campur aduk sehingga Koch hampir tidak bisa memahaminya.

Koch menelepon kepala sekolah, Charlie Lovelady, yang meyakinkannya bahwa dia akan menelepon dan memeriksa Phillips. Sama seperti Koch, kepala sekola pun hampir tidak bisa memahami Phillips. Dia menduga Philips mungkin mengalami stroke. Sebab, Koch mengenali gejala stroke karena ayahnya sendiri menderita stroke.

Kepala sekolah langsung mengerti dua cucu Phillips, yang berusia enam dan delapan tahun, mungkin berada di rumah berdua dengannya dan merasa ketakutan.

Akhirnya, kepala sekolah meminta manajer kantornya untuk mengirim ambulans ke rumah neneknya. Kemudian menelepon Vandiebilt dua dekan di distrik sekolah, untuk memberi tahu mereka apa yang sedang terjadi lalu langsung pergi ke rumah sang nenek.

Setelah ambulans datang, tim medis pun merawat Phillips sementara kedua cucunya itu, tampak terguncang, berada di luar bersama seorang tetangga.

Gerak cepat menyelamatkan sang nenek

Ilustrasi sekolah virtual/dok. Unsplash Andrew
Ilustrasi sekolah virtual/dok. Unsplash Andrew

Tanggapan cepat dari Koch dan kepala sekolah tersebut menyelamatkan nyawa Phillips. Dia tiba di rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan perawatan dan sebelum kerusakan kronis terjadi.

“Jika bukan karena mereka, saya tidak akan berada di sini,” kata Phillips dari ranjang rumah sakit sekitar sebulan setelah stroke.

Setelah tinggal yang lama di rumah sakit, Phillips pun mendapatkan kembali sebagian besar gerakan di seluruh tubuhnya kecuali satu tangan dan sebagian mulutnya, yang memengaruhi cara bicaranya.

“Saya bangga dengan orang-orang yang bekerja dengan saya, bahwa mereka menanggapi dengan sangat cepat dan hal itu membuat perbedaan bagi Nyonya Phillips,” kata Koch. Selain kepala sekolah dan Koch, Keluarga lain pun membantu cucu perempuan Philips.

#eleavte women