Guru di India Diduga Bunuh Muridnya dari Kasta Dalit karena Salah Eja

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi di India sedang memburu seorang guru yang dituduh memukul muridnya dari kasta Dalit hingga tewas hanya karena salah eja. Insiden ini memicu protes di India.

Murid bernama Nikhil Dohre itu dipukul dengan tongkat dan ditendang sampai pingsan oleh gurunya awal bulan ini setelah salah eja kata "sosial" saat ujian, menurut laporan polisi yang diajukan ayah korban.

Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (28/9), remaja 15 tahun itu meninggal pada Senin karena luka yang dialaminya. Dia meninggal di rumah sakit di negara bagian Uttar Pradesh. Sementara gurunya kabur dari daerah tersebut.

"Dia dalam pelarian, tapi kami akan menangkapnya secepatnya," jelas anggota polisi Mahendra Pratap Singh kepada AFP.

Komunitas Dalit, yang dalam hierarki sistem kasta India berada di tempat terbawah telah menjadi target diskriminasi selama berabad-abad. Menyusul kasus ini, unjuk rasa berlangsung di distrik Auraiya, TKP serangan. Para pengunjuk rasa menuntut guru tersebut segera ditangkap sebelum jasad Nikhil Dohre dikremasi.

"Keluarga mengatakan bocah laki-laki itu dipukul gurunya beberapa minggu yang lalu karena salah eja. Sekarang keluarganya menyebut ini kejahatan berbasis kebencian terhadap kasta," jelas wartawan Al Jazeera, Pavni Mittal yang melaporkan dari New Delhi.

Ratusan orang turun ke jalan-jalan pada Senin dan membakar satu unit kendaraann polisi. Singh mengatakan belasan pengunjuk rasa ditangkap. [pan]