Guru di Sukabumi Lumpuh usai Divaksin COVID-19, Begini Gejalanya

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang guru honorer di Sekolah Menengah Atas Negeri Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, bernama Susan Atela (31) mengalami gangguan penglihatan dan lumpuh di bagian tubuhnya sebelah kiri usai disuntik vaksin COVID-19 tahap 2 di Puskesmas Cisolok, Sukabumi.

Susan sebelumnya mengikuti kegiatan vaksinasi yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Ia bersama ratusan di Kecamatan Cisolok mengikuti vaksinasi tahap 2 bagi tenaga pendidik di Puskesmas Cisolok pada 31 Maret 2021 lalu.

Usai disuntik Susan pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu. Setelah sadar dan menjalani perawatan di rumah sakit, Susan mengaku tidak bisa melihat dan mengalami kelumpuhan di bagian organ tubuhnya,

Melihat kondisi ini, pihak RSUD Palabuhanratu langsung merujuk Susan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Susan dirawat di RSHS selama 23 hari dan kondisinya membaik.

"Sekarang sudah bisa melihat walau masih bayang-bayang, tapi tangan dan kaki masih kaku belum bisa gerak," kata Susan saat ditemui di kediamannya Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kamis, 29 April 2021.

Sementara itu, paman Susan, Opi Sulistiwa mengatakan kebutaan dan kelumpuhan yang dialami Susan memang disebabkan karena vaksin COVID-19. Hal itu berdasarkan keterangan dari dokter RSHS Bandung yang menangani Susan.

"Kondisinya akan segera sembuh dengan perawatan dan obat yang diberikan rumah sakit. Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Susan dirawat 23 hari," kata Opi saat mendampingi keponakannya.

Hingga saat ini, Susan lanjut Opi, masi mengalami kelumpuhan kaki sebelah kiri dan penglihatannya masih belum normal. Keluarga berharap pemerintah mau menanggung semua biaya pengobatan Susan, mengingat Susan hanya seorang guru honorer.

"Kami berharap pemerintah maupun dinas terkait untuk bantuannya semaksimal mungkin," ujar Opi.

Laporan: Rizki Gustana/tvOne Sukabumi