Guru di Sukabumi yang Buta dan Lumpuh Usai Vaksinasi Covid-19 Sempat Dirawat di RSHS Bandung

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi kursi roda. (dok. BeatricBB/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Liputan6.com, Bandung - Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membenarkan pasien bernama Susan (31), seorang guru di Sukabumi, Jawa Barat, dirawat selama 23 hari. Susan disebut mengalami kebutaan dan kelumpuhan usai menjalani vaksinasi Covid-19 kedua.

"Jadi betul pasien atas nama Nyonya Susan (31) dari Sukabumi dirawat di RSHS dengan keluhan lemah keempat anggota gerak," kata Koordinator Pelayanan Medik RSHS Bandung Zulvayanti dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Zulvayanti menuturkan, Susan yang dirujuk ke RSHS masuk pada 1 April 2021. Kemudian ia dirawat sampai dengan 23 April dan sempat menjalani rawat jalan.

Menurut Zulvayanti, kondisi pasien saat pulang sudah dalam perbaikan.

"Pasien bahkan sudah sempat datang kembali kontrol motorik neurologi RSHS. Saat ini pasien dalam masa penyembuhan," ungkapnya.

Terkait dugaan pasien mengalami kelumpuhan berkaitan dengan vaksinasi Covid-19, Zulvayanti menyatakan hal itu masih diinvestigasi Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komda KIPI) Jawa Barat.

"Terkait ada tidaknya apa yang dikeluhkan pasien dengan vaksin ini sedang dalam investigasi tim KIPI. Adanya KIPI yang serius pada kasus yang dirawat di Hasan Sadikin alur pengkajiannya di tingkat Komda KIPI Jabar dan saat ini pengkajian sedang berlangsung," beber Zulvayanti.

Selanjutnya, kajian dari Komda akan dilaporkan ke Komisi Nasional (Komnas) KIPI untuk dilakukan kajian tahap akhir.

"Nanti ditentukan apakah kejadian tersebut memang terkait dengan vaksinasi atau tidak," kata Zulvayanti.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini