Guru Lumpuh usai Divaksin, RSHS Bandung: Sedang Tahap Penyembuhan

Dedy Priatmojo, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memastikan penanganan kasus guru honorer di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Susan Atela (31) yang mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan usai disuntik vaksin COVID-19 tahap 2 sedang ditangani secara mendalam.

Koordinator Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin Bandung, Zulvayanti menjelaskan, kasus susan tengah dikaji oleh tim investigasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Terkait ada tidaknya apa yang dikeluhkan pasien dengan vaksin, saat ini sedang dalam investigasi Tim KIPI," ujar Zulvayanti, Minggu, 2 Mei 2021.

Susan diketahui sempat menjalani perawatan di RSHS selama 23 hari, yakni pada 1 April hingga 23 April dan pulang dalam kondisi perbaikan.

"Pasien bahkan sudah sempat datang kembali kontrol ke klinik motorik neurologi Hasan Sadikin, saat ini pasien dalam masa perbaikan atau penyembuhan," katanya.

Menurut Zulvayanti, adanya kejadian serius pasca vaksinasi pada kasus Susan yang dirawat di RS Hasan Sadikin, maka alur pengkajiannya dilakukan di tingkat Komda KIPI Jawa Barat.

"Saat ini pengkajian sedang berlangsung dan selanjutnya kajian dari Komda akan dilaporkan ke Komnas KIPI untuk dilakukan pengkajian tahap akhir," katanya.

Sebelumnya, Susan mengikuti kegiatan vaksinasi yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Ia bersama ratusan di Kecamatan Cisolok mengikuti vaksinasi tahap 2 bagi tenaga pendidik di Puskesmas Cisolok pada 31 Maret 2021 lalu.

Usai disuntik Susan pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu. Setelah sadar dan menjalani perawatan di rumah sakit, Susan mengaku tidak bisa melihat dan mengalami kelumpuhan di bagian organ tubuhnya.