Guru Ngaji Cabul Jadi Tersangka

TEMPO.CO, Jakarta --Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur resmi menetapkan AAS (Abdul Aziz Salam), 28 tahun, seorang guru ngaji di Cakung menjadi tersangka pencabulan terhadap belasan muridnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar M. Saleh, mengatakan tersangka terbukti melakukan tindakan sodomi terhadap 14 orang anak murid ngajinya. "Tersangka melakukan sodomi kepada 14 anak sejak Desember 2012 sampai April 2013," kata Saleh saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur, Kamis 2 Mei 2013.

Saleh menjelaskan, tersangka mencabuli korbanya dengan modus meminta korban untuk memijitnya. Kemudian, setelah dipijit, tersangka minta gantian mijit korban. "Tersangka mijit korban di bagian pinggang dan korban disuruh nungging, lalu celananya dibuka tersangka. Saat itu lah tersangka melakukan tindakan tersebut," ujarnya.

Usai mencabuli korban, tersangka selalu memberikan uang dan menjelaskan ke korban seolah-olah itu hal yang wajar. "Korban dikasih uang seribu hingga dua ribu. Dia tidak mengancam hanya melakukan tipu daya yang mengatakan hal itu wajar," kata Saleh.

Kepada polisi, AAS mengaku bekerja sebagai kurir konveksi. Menjadi guru ngaji ia lakukan sebagai pekerja sampingan dari sore hari. "Pekerjaan utamanya kurir, usai melakukan pekerjaan utama ia mengaar ngaji anak-anak dari sore," ujar Saleh.

Saat ini, tersangka ditahan di tahanan Polres Jakarta Timur. AAS dijerat Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak. Ancamannya 12 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya, seorang guru ngaji di RT 05 RW 14, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, berinisial AAS, 28 tahun, dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Jumat petang, 26 April 2013. Sebanyak lima orangtua dengan 8 anak laki-lakinya melaporkan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh AAS terhadap anaknya.

Salah seorang ibu korban berinisial Wt, 33 tahun, mengatakan ada sebanyak 15 orang anak laki-laki yang diduga disodomi oleh AAS. "Mereka semua yang murid ngaji AAS," kata Wt saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur, Jumat, 26 April 2013.

Menurutnya, AAS sudah setahun mengajar ngaji anak-anak disekitar rumahnya. Pengajian dilakukan di rumah kontrakan AAS. "AAS bukan orang baru, orangtuanya sudah lama tinggal di lingkungan kami, tapi beberapa bulan lalu dia tinggal di Tangerang. Baru setahun ini kembali lagi tapi mengontrak rumah," ujarnya.

Wt menjelaskan, kecurigaannya terhadap AAS yang diduga mencabuli anaknya, berawal dari pengakuan beberapa anak laki-laki yang mengaji di rumah AAS. "Anak-anak pada cerita dan ternyata benar ada 15 anak yang jadi korban termasuk anak saya," ujarnya. Sebelumnya, kata Wt, AAS diketahui pernah melakukan tindakan sodomi oleh seorang temannya di Tangerang. "Saya pikir dengan jadi guru ngaji, dia udah insaf, tapi malah berulah gitu lagi."

Sementara, salah seorang orangtua lainnya, berinisial At mengatakan AAS telah menjadi guru ngaji sejak 2011 lalu. Menurutnya, sebanyak belasan murid ngaji AAS menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh AAS. "Ada belasan, ya sekitar 15 anak dari umur 7-15 tahun," ujarnya. "Tapi kalau yang sudah besar hanya ditelanjangi saja, tapi yang masih kecil digituin (sodomi)."

AFRILIA SURYANIS

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Begini Susahnya Melacak Susno Versi Mabes Polri

Tiga Isu Negatif Terkait Akun @SBYudhoyono

Ayu Azhari: Saya Korban Janji Ahmad Fathanah

Diminta Cari Susno, Kopassus: Bukan Tugas Kami

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.