Guru Ngaji Jokowi di Solo Disuntik Vaksin

Bayu Nugraha, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal yang diikuti kalangan dosen, guru, ulama dan tokoh lintas agama di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Kamis, 25 Maret 2021.

Kapolri tampak didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat berkeliling meninjau kegiatan vaksinasi massal itu. Mereka juga ikut menyaksikan saat sejumlah ulama Solo seperti guru ngaji Presiden Jokowi KH Abdul Karim Ahmad, KH Dian Nafi dan Habib Novel Alaydrus divaksin petugas kesehatan.

Saat mendampingi Kapolri, Gibran tampak mengenakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan bawahan jarik, baju beskap serta blangkon untuk menutup kepala. Ia mengenakan busana tersebut lantaran setiap Kamis para pegawai di lingkungan Pemkot Solo memakai busana Jawa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan di Solo ini diikuti kurang lebih 400 orang. Peserta vaksin massal kali ini terdiri dari tenaga pendidi meliputi dosen dari berbagai sekolah tinggi serta perwakilan dari ulama dan tokoh lintas agama.

"Alhamdulillah semuanya antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi tentunya kita garapkan ke depan kegiatan vaksinasi akan semakin lancar sehingga upaya pemerintah pusat dalam rangka membentuk masyarakat yang kebal terhadap COVID-19 betul-betul terwujud," kata dia di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Kamis, 25 Maret 2021.

Selanjutnya, Kapolri pun berpesan kepada para penerima suntikan vaksin agar setelah disuntik vaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan. Protokol kesehatan itu agar tetap diterapkan saat melakukan aktivitas sehari-sehari.

"Selalu kita sampaikan setelah melaksanakan kegiatan vaksin tetap melakukan 3M. Jadi memakai masker harus tetap dilaksanakan dan kemudian di dalam melakukan aktivitasnnya tetap harus melaksanakan jaga jarak dan selalu menggunakan disinfektan sehingga kita bisa menjaga satu sama lainnya," ucapnya.

Ia pun berharap kegiatan vaksinasi di Solo agar segera tuntas dan masyarakat segera melaksanakan aktivitasnya kembali. "Kita harapkan kegiatan ekonomi akan berjalan dengan baik," harap dia.

Sementara itu, guru ngaji Presiden Jokowi, KH Abdul Karim Ahmad atau yang akrab disapa Gus Karim mengaku kegiatan vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar untuk memperlambat penyebaran COVID-19. Dengan mengikuti vaksinasi, ia pun berharap akan lebih tenang dan aman saat melakukan dakwah.

"Supaya saat kami menghadapi santri dan umat biar lebih percaya dan lebih bebas lagi. Mudah-mudahan usaha ini bisa berjalan dengan lancar," kata pengasuh Pondok Pesantren Alquraniy Azzayady yang akrab disapa Gus Karim.

Baca juga: Ditemani Gibran, Kapolri Tinjau Vaksinasi Dosen dan Pemuka Agama